Jokowi Bocorkan Latar Belakang Dewan Pengawas KPK. Siapa Saja?

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah menyampaikan keterangan terkait revisi UU KPK di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 13 September 2019. ANTARA

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah menyampaikan keterangan terkait revisi UU KPK di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 13 September 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Balikpapan - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan ada beberapa nama yang diusulkan kepadanya untuk menjadi Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK).

    "Dewan Pengawas ya nama-nama sudah masuk tapi belum difinalkan karena kan hanya lima," kata Jokowi dalam dialog bersama wartawan di Hotel Novotel, Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu, 18 Desember 2019.

    Jokowi memastikan, latar belakang karier Dewas KPK ini berasal dari hakim, jaksa, mantan pimpinan KPK, ekonom, akademisi, dan ahli pidana. "Saya kira itu namanya ya nanti ditunggu sehari saja kok, yang jelas nama-namanya nama yang baik lah, saya memastikan nama yang baik," ujarnya.

    Seleksi kandidat anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dilakukan oleh tim internal istana yang dikomandani Mensesneg Pratikno. Beberapa anggotanya adalah Ari Dwipayana, Sukardi Rinakit, Dini Purwono, dan Fadjroel Rachman.

    Rencananya, penunjukkan Dewan Pengawas KPK akan dilakukan bersamaan dengan pelantikan pimpinan KPK periode 2019-2023.

    Beredar nama bakal calon Dewan Pengawas KPK adalah Yusril Ihza Mahendra, Indriyanto Seno Adji, Adi Toegarisman, Marcus Priyo Gunarto, Taufiequrachman Ruki.

    Yusril membantah rumor bahwa ia salah satu anggota Dewan Pengawas KPK. Yusril juga menyatakan tidak berminat. Ia lebih memilih tetap menjadi advokat profesional. "Oleh undang-undang, advokat dikategorikan sebagai penegak hukum," kata Yusril melalui keterangan tertulis yang dikirimkan dari Manila, Senin, 16 Desember 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.