Survei RTK: Responden Cenderung Tak Setuju Pemindahan Ibu Kota

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi jalan di wilayah ibu kota baru di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, 17 Desember 2019, yang licin saat hujan. Tempo/Friski Riana

    Kondisi jalan di wilayah ibu kota baru di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, 17 Desember 2019, yang licin saat hujan. Tempo/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Hasil survei lembaga Roda Tiga Konsultan mencatat mayoritas responden tak setuju pemindahan ibu kota negara dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur. Sebanyak 38,3 persen menyatakan tidak setuju, sedangkan yang setuju sebanyak 32,5 persen setuju ibu kota dipindah. Persentase sisanya terbagi antara netral dan tidak menjawab/tidak tahu.

    "Responden cenderung menolak wacana pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke wilayah Provinsi Kalimantan Timur," kata Direktur Riset RTK Muhammad Taufiq Arif dalam Diskusi Akhir Tahun di Roda Tiga Konsultan Kafe, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa, 17 Desember 2019.

    Survei ini digelar pada November-Desember 2019 dengan melibatkan 1.200 orang. Metode yang digunakan ialah stratified systemic random sampling. Roda Tiga Konsultan mengklaim margin of errornya 2,89 persen.

    Kepada basis responden yang sama, Roda Tiga Konsultan juga menanyakan pendapat soal penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara untuk pemindahan ibu kota. Sebanyak 44,6 persen menyatakan tidak setuju, sedangkan 22,8 persen menjawab setuju.

    Ada pula pertanyaan ihwal pelibatan investor asing dalam proses pemindahan ibu kota. Mayoritas responden juga menjawab tak setuju, yakni 56,2 persen. Adapun yang setuju sebesar 11,4 persen.

    Sebagian besar responden juga tidak setuju terhadap tukar guling aset negara dalam proses pemindahan ibu kota. Persentase yang tak setuju dengan setuju ialah 54,1 persen berbanding 7,1 persen.

    Survei Roda Tiga Konsultan ini juga memotret pendapat responden terkait kondisi ekonomi dan politik nasional. Sebanyak 51,1 persen responden menganggap kondisi ekonomi nasional saat ini baik.

    Tren positif juga didapat dari pertanyaan ihwal kondisi politik (53,1 persen), keamanan (68,2 persen), penegakan hukum (58,3 persen), keadilan sosial (58,8 persen) dan kerukunan antarwarga negara (74,9 persen).

    Taufiq juga menyebut sebanyak 44,3 persen menilai program Nawacita Presiden Joko Widodo membawa perubahan baik. Sebanyak 38,4 persen responden menilai Nawacita tak membawa perubahan, dan 8,3 persen responden menjawab Nawacita justru memperburuk keadaan.

    Hanya saja, Roda Tiga Konsultan tak membeberkan demografi pilihan politik responden di pemilihan presiden 2019, berapa banyak yang memilih Jokowi-Ma'ruf Amin dan berapa yang memilih Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?