Kapolri dan Jaksa Agung Bentuk Tim Terpadu Kasus Penyelundupan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jaksa Agung ST Burhanuddin, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berfoto di depan mobil mewah selundupan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa, 17 Desember 2019. Tempo/Caesar Akbar

    Jaksa Agung ST Burhanuddin, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berfoto di depan mobil mewah selundupan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa, 17 Desember 2019. Tempo/Caesar Akbar

    TEMPO.CO, JakartaKapolri Jenderal Idham Azis bakal membentuk Tim Hukum Terpadu bekerja sama dengan Kejaksaan Agung untuk kasus penyelundupan. Pembentukan ini menyusul terungkapnya penyelundupan puluhan unit mobil mewah dan ribuan unit motor mewah.

    Dari penyelundupan ini, total kerugian negara mencapai Rp 48 miliar. "Saya sudah lapor sama Bapak Jaksa Agung, kami akan bikin Tim Hukum Terpadu untuk mengkoordinasikan," kata Idham di Terminal Petikemas Koja, Jakarta Utara, pada Selasa, 17 Desember 2019.

    Idham pun mengancam akan menindak tegas para pelaku penyelundupan. Ia bahkan menyebut jenis kejahatan ini sangat mengganggu rasa keadilan sosial di masyarakat.

    "Para pelaku ini dihukum seberat-berat. Ini adalah bagian dari efek jera, sehingga ke depan orang tidak mencoba lagi mau bermain-main dengan kasus penyelundupan," ujar Idham.

    Jaksa Agung ST Burhanuddin pun mengatakan bahwa Tim Hukum Terpadu ini juga akan bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk membentuk sub tim khusus bersama, di dalam Tim Hukum Terpadu.

    "Sebab, ini memerlukan suatu tindakan yang cepat, akurat, dan  tentunya ini percepatan-percepatan nanti lebih ada punya target berapa-berapanya. Ini akan kami tentukan dan kami akan membuat tim yang solid," kata Burhanuddin.

    Hari ini, Kementerian Keuangan, Polri, Kejaksaan Agung, Kementerian Perhubungan, dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta TNI, membongkar penyelundupan puluhan unit mobil mewah dan ribuan unit motor mewah.

    Para pelaku ini menggunakan modus dengan memberitahukan barang tak sesuai dengan isi sebenarnya. "Importir kendaraan diberitahukan dalam dokumen sebagai batu bara, suku cadang mobil, aksesoris, dan perkakas," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.