Ketua KPK: Kasus e-KTP Diberitakan 120.881 Kali

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terpidana kasus korupsi e-KTP Setya Novianto melambaikan tangannya dari mobil tahanan setelah menjalani pemeriksaan, di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 14 Mei 2019. Setya Novanto diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Sofyan Basir terkait dugaan suap kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan proyek PLTU Riau-1. ANTARA

    Terpidana kasus korupsi e-KTP Setya Novianto melambaikan tangannya dari mobil tahanan setelah menjalani pemeriksaan, di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 14 Mei 2019. Setya Novanto diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Sofyan Basir terkait dugaan suap kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan proyek PLTU Riau-1. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kasus korupsi e-KTP menjadi perkara yang paling banyak disorot selama Agus Rahardjo Cs memimpin Komisi Pemberantasan Korupsi.

    Agus menuturkan selama empat tahun terakhir kasus e-KTP diberitakan sebanyak 120.881 kali. "Dalam empat tahun terakhir, ternyata isu yang paling mendapat perhatian adalah kasus korupsi e-KTP," kata Agus saat memaparkan laporan kinerja KPK 2016-2019, di kantornya, Jakarta, Selasa, 17 Desember 2019.

    Menurut data KPK, isu e-KTP bahkan mengalahkan jumlah pemberitaan tentang Operasi Tangkap Tangan yang dilakukan selama empat tahun terakhir. Padahal, jumlah OTT era Agus paling banyak dibanding era sebelumnya, yakni 87 kali. Berita mengenai OTT hanya menempati posisi kedua dengan jumlah 55.626 kali.

    Isu penyerangan air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan menempati posisi ketiga, yakni 38.436 kali; isu revisi Undang-Undang KPK, 22.727 kali; kasus suap Meikarta, 18.512 kali; Peraturan Pemerintah Pengganti UU KPK, 16.876 kali; korupsi PLTU Riau 15.541; seleksi capim KPK, 5.150 kali; polemik Dewan Pengawas KPK, 14.293 kali; dan kasus suap Gubernur Jambi, Zumi Zola, 12.424 kali.

    Berita e-KTP berjumlah 10 kali lipat dibandingkan kasus Zumi Zola. KPK memulai penyidikan kasus e-KTP sejak 2014. Awalnya, KPK menetapkan dua pejabat Kementerian Dalam Negeri Irman dan Sugiharto menjadi tersangka. Pengembangan kasus ini kemudian menyeret Ketua DPR, Setya Novanto. Drama mobil Setya Novanto menabrak tiang listrik mendapat sorotan publik pada November 2017.

    Kasus ini juga menyeret anggota DPR lainnya menjadi tersangka. Sementara, banyak nama anggota DPR disebut dalam kasus ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.