Cerita Kedekatan Kabareskrim Listyo Sigit Prabowo dan Jokowi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Listyo Sigit Prabowo. Facebook/@Listyo Sigit Prabowo

    Listyo Sigit Prabowo. Facebook/@Listyo Sigit Prabowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Lewat telegram rahasia, Kapolri Jenderal Idham Azis memilih Inspektur Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal atau Kabareskrim Polri. Surat klandestin itu dilayangkan pada 5 Desember 2019, selang empat hari setelah Idham naik jabatan sebagai orang nomor satu di kepolisian.

    Pemilihan Listyo sebagai Kabareskrim tak ujuk-ujuk. Perwira lulusan Akademi Kepolisian 1991 itu sebelumnya kesohor dekat dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Kedekatan itu diperkuat saat Listyo bertugas sebagai ajudan presiden. Dalam wawancara bersama Tempo pada Jumat, 12 Desember 2019 lalu, Listyo menceritakan awal kedekatannya dengan Jokowi.

    “Pas beliau (Jokowi) jadi Wali Kota Solo untuk periode kedua, saya ditugasi menjadi Kepala Kepolisian Resor Kota Solo,” ujar Listyo memulai ceritanya kala ditemui di Jakarta.

    Kedekatan Listyo dan Jokowi terbangun dalam peristiwa yang mengguncang Solo pada September 2011, yakni bom bunuh diri di halaman Gereja Bethel Injil Sepenuh, Kepunton. Bom itu meledak hanya berselang lima bulan setelah Listyo dilantik.

    Peristiwa bom itu cukup memukul karena tiga hari kemudian, Solo mesti menjadi tuan rumah Asian Parliamentary Assembly atau Majelis Parlemen Asia. Pada saat yang sama, Jokowi sedang gencar mempromosikan Solo sebagai destinasi wisata.

    Listyo lalu meyakinkan bahwa Solo akan aman. Ia lalu bergerak mengamankan acara internasional itu dengan memulihkan kepercayaan wisatawan, jua pendatang.

    Kedekatan Listyo dan Jokowi tidak berhenti di Solo. Kala Jokowi menjabat sebagai Presiden RI, dia dipilih sebagai ajudannya melalui tes yang berlangsung dua kali. Listyo menjadi ajudan paling senior karena ajudan lain berasal dari TNI angkatan 1993, sedangkan Listyo angkatan 1991.

    Berselang dua tahun menyandang tugas sebagai ajudan presiden, Listyo dipromosikan menjadi Kepala Polda Banten. Saat menjadi Kapolda Banten, hubungan Listyo dan Jokowi masih tampil hangat. Dalam sebuah kesempatan, Listyo membawa para ulama Banten bertemu dengan Presiden RI.

    Baru-baru ini, Listyo diduga menjadi penengah antara Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo. Pagi sebelum partai pohon beringin mengadakan Musyawarah Nasional Golkar, Listyo diundang sarapan bagi bersama kedua kubu itu. Belakangan, Airlangga membenarkan kedatangan Listyo. Namun ia menyebut keberadaan Listyo tak terlampau signifikan.

    Listyo resmi dilantik pada Senin, 16 Desember 2019. Ia mengisi kursi lowong setelah pejabat sebelumnya, Idham Azis, ditarik menjadi Kapolri. Sebagai pejaba Bareskrim yang baru, ia mematok target kerja. Utamanya mengevaluasi reserse dan meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.

    “Kemudian masalah transparansi. Lebih cenderung yang punya pengaruh daripada masyarakat biasa,” ucapnya.

    Wawancara lengkap bisa dibaca di sini

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA | MAJALAH TEMPO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.