Pamit, Laode KPK: Mungkin Ini Konferensi Pers Terakhir

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komisioner KPK Laode Muhammad Syarif saat ditemui di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Rabu, 11 Desember 2019. Tempo/Egi Adyatama

    Komisioner KPK Laode Muhammad Syarif saat ditemui di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Rabu, 11 Desember 2019. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK Laode M Syarif dan Saut Situmorang menggelar konferensi pers penetapan tersangka dalam dua kasus berbeda pada hari ini.

    Pada akhir konferensi pers itu, Laode menyebut konferensi pers kali ini bisa jadi yang terakhir mereka sampaikan.

    “Saya mohon maaf lahir batin juga pada teman-teman semuanya, karena kayaknya ini konferensi pers terakhir bagi kami dalam mengumumkan tersangka,” ujar Laode, Senin, 16 Desember 2019.

    Saut menyahuti Laode dengan canda. Ia mengatakan ada kemungkinan akan konferensi pers lagi beberapa hari ke depan, apa bila tiba-tiba ada operasi tangkap tangan atau OTT.

    “Siapa tahu besok ada OTT,” kata Saut.

    Laode tertawa sembari menimpali, bisa jadi jumpa wartawan tadi merupakan yang terakhir apa bila tidak ada peristiwa yang spesial. Namun ia yakin bahwa konferensi pers perkembangan kasus pengadaan barang di Kemenag dan penetapan mantan Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi menjadi yang terakhir dari masa kepemimpinan mereka.

    “Mohon maaf lahir batin dan terimakasih atas kerja teman-teman semuanya dalam mengawal Indonesia yang lebih baik ke depan,” tutur Laode Muhammad Syarif.

    Masa kerja Pimpinan KPK periode 2015-2019 tinggal menghitung hari. Pada 20 Desember 2019, mereka akan digantikan oleh pimpinan KPK baru dengan ketua Inspektur Jenderal Firli Bahuri. Adapun komisioner lainnya adalah Alexander Marwata, Nurul Ghufron, Nawawi Pomolango, dan Lili Pintauli Siregar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.