Kembali Dilantik Jadi Dirjen Kebudayaan, Ini Konsep Hilmar Farid

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 32_TAMU_hilmarFarid

    32_TAMU_hilmarFarid

    TEMPO.CO, Jakarta-Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid kembali melanjutkan jabatannya setelah dilantik oleh Mendikbud Nadiem Makarim.

    Pelantikan dilaksanakan di Gedung A Kemdikbud, Jakarta Pusat, Senin, 16 Desember 2019. Selain Hilmar, turut dilantik kembali Sfaf Ahli Regulasi Chatarina Muliana, dan Sekretaris Jenderal Ainun Na'im yang menggantikan Didik Suhardi.

    Hilmar menjelaskan, ke depan, Ditjen Kebudayaan akan terus melakukan peningkatan. Empat tahun masa jabatan sebelumnya, Hilmar menyebut telah mengurus tata kelola. "Undang-undang, regulasi, organisasi segala macam kita anggap sudah selesai," kata Hilmar kepada Tempo sesaat setelah pelantikan.

    Dalam pelantikan, Mendikbud Nadiem Makarim disebut Hilmar mengarahkan agar Ditjen Kebudayaan fokus menjangkau anak muda. Hal itu bertujuan agar terjadinya proses regenerasi. "Seperti seni tradisi, dari segi demografinya makin menua. Kita ingin bawa itu kembali ke anak-anak dan tentunya tantangannya pengembangan konten," kata Hilmar.

    Hilmar menegaskan dia ingin seni tradisi lebih menarik dan mudah diakses dan dipelajari oleh anak muda. Ke depan, pengembangan konten itu diantaranya dengan melakukan perubahan mendasar dari isi dan bentuk.

    Untuk melaksanakannya, dia menyebut Ditjen Kebudayaan akan menggunakan media teknologi digital. "Itu akan sangat menonjol. Karena itu medium yang paling dominan sekarang. Jadi ini yang akan jadi semacam pengkhususan di program kita," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.