PPATK Diminta Ungkap Kepala Daerah yang Cuci Uang di Kasino

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kasino di Genting Highland, Malaysia. Shutterstock

    Ilustrasi kasino di Genting Highland, Malaysia. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemerintahan atau Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Saan Mustopa meminta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkapkan temuan transaksi kepala daerah di kasino luar negeri jika data itu benar-benar ada. "Harus diungkap ke publik, biar tidak menimbulkan spekulasi publik," kata Saan di Kompleks DPR RI, Jakarta, Senin, 16 Desember 2019.

    Saan meminta PPATK menyebutkan secara detail kepala daerah yang bertransaksi di kasino. Pengungkapan itu, kata dia, merupakan bentuk pertanggungjawaban PPATK kepada publik. "Jadi PPATK tidak hanya melempar isu, tidak hanya melempar dugaan tapi juga harus bisa dipertanggungjawabkan. Jadi ungkap aja gitu lho semuanya, itu penting," kata politikus Partai Nasdem ini.

    Saan juga meminta Kementerian Dalam Negeri proaktif berkoordinasi dengan PPATK. Karena sensitifnya isu ini, Saan menilai polemik harus segera diselesaikan.

    Dia menekankan, dana daerah harus betul-betul digunakan untuk pembangunan daerah. Ia mengungkit temuan sebelumnya mengenai diendapkannya dana daerah di bank. "Komisi dua akan mendesak Kemendagri di masa sidang berikutnya agar segera menyelesaikan persoalan ini."

    Sebelumnya, Ketua PPATK Kiagus Badaruddin menyatakan lembaganya tengah menelusuri transaksi keuangan beberapa kepala daerah  dengan rumah judi di luar negeri. PPATK menduga beberapa kepala daerah menempatkan dana yang signifikan dalam bentuk valuta asing dengan nominal setara Rp 50 miliar.

    Dalam paparannya, Badar mengatakan penempatan dana di luar negeri merupakan salah satu modus yang kerap digunakan dalam tindak pidana pencucian uang. Akan tetapi, Badar tak menjelaskan lebih lanjut mengenai kepala daerah yang diduga melakukan tindakan itu.

    Selain menempatkan uang di kasino, PPATK juga menemukan aktivitas penggunaan dana hasil tindak pidana untuk pembelian barang mewah dan emas batangan di luar negeri.

    Mencuci uang lewat kasino  cukup mudah, terutama di negara-negara yang pengawasannya masih longgar. Orang tinggal  beli koin atau chip sebanyak-banyaknya. Judi sebentar tak perlu serius, kalah sedikit tak apa, yang penting duit jadi legal .

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | ROSSENO AJI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.