Polri Gelar Apel Aman Nusa II untuk Kesiapsiagaan Bencana

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi bersenjata bersiaga di sela-sela patroli di Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria, Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 21 Desember 2018. Patroli yang dilakukan Unit Srikandi, Raimas, dan K-9 Polrestabes Surabaya itu untuk mengantisipasi terjadinya tindak kejahatan atau kriminalitas lainnya khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru 2019. ANTARA

    Polisi bersenjata bersiaga di sela-sela patroli di Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria, Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 21 Desember 2018. Patroli yang dilakukan Unit Srikandi, Raimas, dan K-9 Polrestabes Surabaya itu untuk mengantisipasi terjadinya tindak kejahatan atau kriminalitas lainnya khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Republik Indonesia melaksanakan apel gelar pasukan Aman Nusa II 2019 dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi bencana 2019-2020, di lapangan Markas Komando Korbrimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Senin.

    Apel pasukan yang dijadwalkan dipimpin oleh Komandan Korps Brimob Irjen Pol Anang Revandoko, sebagai Kaopspus Aman Nusa II, digantikan oleh Wakil Komandan Korp Brimob Brigadir Jenderal Pol Abdul Rakhman Baso.

    "Pada hari ini jajaran Polri yang tergabung dalam Satgas Opspus Aman Nusa II penanggulangan bencana melaksanakan kesiapsiagaan pasukan dalam rangka kita menghadapi kesiapan bencana alam ke depan," ujar Abdul Rakhman.

    Di hadapan 2500 personel yang hadir dalam apel tersebut, Rachman mengatakan gelar pasukan ini dilakukan guna mengantisipasi terjadinya bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi, termasuk menjelang perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru.

    "Di sisi lain juga bahwa pengamanan Natal dan Tahun Baru tidak terlepas dari juga bencana, apakah itu hujan, banjir dan sebagainya, sehingga kita melaksanakan apel kesiapsiagaan dari personel," ucap dia.

    Rakhman menjelaskan berbagai bencana yang terjadi di 2019, diantaranya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Jawa, angin puting beliung di NTT, serta bencana banjir dan tanah longsor di propinsi NTT, Yogyakarta, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Papua dan Sumatera Barat, telah menuntut kesiapsiagaan personel Polri dalam memberikan bantuan penyelamatan, pencarian dan evakuasi korban.

    Terkait hal tersebut, kata dia, seluruh jajaran Polri bekerja sama dengan sejumlah pihak seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta TNI membentuk satuan tugas (satgas).

    Satgas tersebut terdiri dari satgas SAR, satgas penanggulangan pengungsian dan perlindungan, satgas kedokteran dan kesehatan, satgas lidik sidik, dan satgas ops.

    Lebih lanjut Rakhman mengatakan personil Brimob juga siap apabila nantinya ditugaskan ke lokasi-lokasi rawan bencana maupun rawan konflik untuk turut serta menjaga pengamanan ataupun evakuasi.

    "Apabila membutuhkan perkuatan ke depannya, apabila terjadi kontijensi, apakah kontijensi konflik sosial, kontijensi bencana alam dan sebagainya, kita siap untuk backup wilayah bersinergi dengan teman-teman dari TNI," ucap Rakhman.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.