Listyo Sigit dan 12 Pejabat Tinggi Polri Dilantik

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Listyo Sigit Prabowo. Facebook/@Listyo Sigit Prabowo

    Listyo Sigit Prabowo. Facebook/@Listyo Sigit Prabowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Inspektur Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi menjabat sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri usai dilantik oleh Kepala Kepolisian RI Jenderal Idham Azis. Pelantikan itu dilaksanakan di Gedung Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada hari ini, 16 Desember 2019.

    Listyo resmi menggantikan Jenderal Idham Azis yang kini mengisi posisi sebagai Kepala Kepolisian RI. Setelah membacakan surat telegram, Idham kemudian memandu sumpah jabatan kepada Listyo dan 12 perwira tinggi Polri tersebut

    "Demi Allah saya bersumpah bahwa saya selaku pejabat kepolisian negara akan setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, UUD 1945 dan NKRI. Bahwa saya akan menaati segala peraturan perundangan dan melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada saya,” kata Listyo dan 12 perwira tinggi Polri bersamaan.

    Sementara 12 pejabat tinggi Polri lainnya yang ikut dilantik adalah Komisaris Jenderal Firli, Inspektur Jenderal Agus Andrianto menjadi Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan, Brigadir Jenderal Herry Rudolf Nahak menjadi Asisten Operasional, Brigadir Jenderal Tornagogo Sihombing menjadi Kepala Kepolisian Daerah Papua Barat.

    Lalu, ada Inspektur Jenderal Ahmad Dofiri menjadi Asisten Logistik, Inspektur Jenderal Asep Suhendar menjadi Kepala Kepolisian Daerah DIY Yogyakarta, Inspektur Jenderal Fakhrizal menjadi Analis Kebijakan Utama Badan Pemeliharaan Keamanan, Inspektur Jenderal Toni Harmanto menjadi Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat.

    Kemudian, Inspektur Jenderal Lukman Wahyu Hariyanto yang berpindah tugas ke Badan Pemeliharaan Keamanan, Brigadir Jenderal Syafril Nursal menjadi Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, dan Brigadir Jenderal Ignasius Sigit menjadi Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.