Kemensos Salurkan Bantuan Korban Banjir Solok Selatan Rp 1,6 M

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga korban banjir bandang membawa barang-barang yang masih diselamatkan di desa Sapan Salak Kecamatan Koto Parik Gadang di Ateh, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, Senin, 25 November 2019. Ratusan warga menggungsi akibat banjir bandang yang dipicu intensitas curah hujan lebat. ANTARA

    Sejumlah warga korban banjir bandang membawa barang-barang yang masih diselamatkan di desa Sapan Salak Kecamatan Koto Parik Gadang di Ateh, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, Senin, 25 November 2019. Ratusan warga menggungsi akibat banjir bandang yang dipicu intensitas curah hujan lebat. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta-Kementerian Sosial menyalurkan bantuan tanggap darurat dalam bencana banjir bandang di Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Menteri Sosial Juliari P. Batubara mengatakan tim Kemensos sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat dan Kabupaten Solok Selatan untuk penanganan korban serta mengamati situasi terkini.

    "Selanjutnya mengirimkan petugas perlindungan sosial korban bencana alam dari pusat untuk assessment kebutuhan," kata Juliari dalam keterangan tertulis, Ahad 15 Desember 2019.

    Sebelumnya terjadi banjir bandang sebanyak dua kali pada 20 November dan 13 Desember di wilayah Solok Selatan. Banjir terjadi di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Kecamatan Sungai Pagu dan Kecamatan Pauh Duo.

    Wilayah terdampak mencakup Nagari Pakan Rabaa Timur, Nagari Pakan Rabaa Tengah, Nagari Pasar Muaro Labuah, Nagari Pasir Talang Selatan, Nagari Koto Baru, Nagari Pasir Talang, Nagari Lubuk Ulang Aliang, Nagari Lubuk Ulang Aliang Selatan, dan Nagari Lubuk Ulang Aliang Tangah.

    Berdasarkan sumber data Pusdalops Tagana Kabupaten Solok Selatan, banjir mengakibatkan satu orang meninggal, 622 jiwa mengungsi, 26 rumah rusak, dan 1 unit jembatan roboh. "Tagana Provinsi Sumbar dan Kabupaten Solok Selatan telah mendirikan tenda darurat dan evakuasi korban ke tempat aman serta layanan dukungan psikososial. Mereka juga mengelola dapur umum lapangan yang terpusat di pengungsian RTH Muaro Labuah," ujar Juliari.

    Menurut Juliari, pada saat bencana, tugas Kementerian Sosial adalah mengaktivasi sistem yang sudah dipersiapkan untuk penanggulangan bencana alam secara terpadu. Sistem yang dimaksud adalah Klaster Nasional yang dikoordinasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dimana Kementerian Sosial bertugas dalam Klaster Perlindungan dan Pengungsian dan Klaster Logistik.

    "Fokus penanganan adalah evakuasi pengungsi ke tempat aman, serta kelompok rentan yang terdiri atas lansia, anak-anak, penyandang disabilitas, dan kelompok khusus lainnya," kata dia. 

    Bantuan tanggap darurat dari Kemensos terdiri dari bantuan logistik tahap 1 diserahkan kepada Dinsos Kabupaten Solok Selatan, bantuan logistik tahap 2 diserahkan kepada Dinsos Provinsi Sumatera Barat, peralatan kebersihan keluarga 300 paket, mesin pompa pendorong air 10 unit, mesin genset 6 unit, mesin pompa sedot air dan selang spiral 10 unit, sembako 1.000 paket, santunan ahli waris untuk satu orang korban meninggal Rp 15 juta. "Total seluruh bantuan sebesar Rp1,6 miliar," katanya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.