Calon Ketum PPP, Menteri Bappenas Suharso Monoarfa Masuk Bursa

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa mengusap air matanya saat memberikan pidato pertamanya sebagai plt Ketua Umum PPP pada Mukernas III Dewan Pimpinan Pusat PPP di Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Rabu 20 Maret 2019. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa mengusap air matanya saat memberikan pidato pertamanya sebagai plt Ketua Umum PPP pada Mukernas III Dewan Pimpinan Pusat PPP di Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Rabu 20 Maret 2019. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal PPP (Partai Persatuan Pembangunan) Achmad Baidowi mengatakan dalam Muktamar IX setelah Pilkada 2020 nanti akan dipilih ketua umum. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monarfa masuk bursa.

    Baidowi menjelaskan lima tokoh digadang-gadang oleh kader PPP untuk berlaga dalam pemilihan ketum. 

    Mereka adalah Suharso Monoarfa (Plt Ketua Umum PPP), Arsul Sani (Sekretaris Jenderal), Ahmad Muqowam, Amir Uskara (Ketua Fraksi DPR RI), dan Mardiono (anggota Dewan Pertimbangan Presiden).

    Khusus Mardiono, Baidowi menuturkan, ada ketentuan perundang-undangan yang melarang rangkap jabatan bagi anggota Wantimpres.

    "Apakah beliau tetap di Wantimpres atau maju menjadi ketum, tergantung beliau," katanya seusai menutup Mukernas V PPP di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, hari ini, Ahad, 15 Desember 2019.

    Menurut dia, syarat menjadi ketum adalah pernah menjadi pengurus DPP atau DPW (pengurus tingkat provinsi) selama satu periode.

    Adapun mekanisme pemilihan ketum menunggu keputusan peserta Muktamar IX. Baidowi mengatakan PPP pernah menggunakan mekanisme yang berbeda-beda dalam pemilihan ketum.

    "Ada yang melalui pemilihan, ada yang melalui formatur, ada yang aklamasi. Tergantung dinamika peserta Muktamar IX PPP)."

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.