Jazilul Fawaid Ajak Pemuda Ansor Jadi Agen Penguatan Empat Pilar

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid, di acara Sosialisasi Empat Pilar kepada generasi muda Ansor Cabang Kabupaten Bandung, di Pondok Pesantren  Al Istiqomah Meruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Sabtu, 14 Desember 2019.

    Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid, di acara Sosialisasi Empat Pilar kepada generasi muda Ansor Cabang Kabupaten Bandung, di Pondok Pesantren Al Istiqomah Meruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Sabtu, 14 Desember 2019.

    INFO NASIONAL — Di hadapan Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid, mengajak seluruh pemuda menjadi agen penguatan Empat Pilar. Salah satu caranya adalah menerapkan nilai-nilai Empat Pilar dalam kehidupan sehari-hari.

    Ajakan tersebut disampaikan karena menurut Jazilul, bagi Ansor Empat Pilar bukanlah sesuatu yang baru. Bahkan, sejak dulu Ansor sudah berinteraksi secara baik dan harmonis dengan Empat Pilar.

    Bagi Ansor, sejak awal, Pancasila menjadi dasar dan landasan berorganisasi. Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan yang sudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sementara NKRI, menjadi bentuk negara yang sudah final dan harga mati. Sedangkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, merupakan sebagai konstitusi negara.

    "Tidak berlebihan jika Ansor menjadi bagian dari agen penguatan Empat Pilar hingga ke pelosok desa. Karena bagi Ansor, Empat Pilar bukan sesuatu yang baru, bahkan sudah menjadi bagian dari keluarga besar Ansor itu sendiri," kata Jazilul saat memberikan Sosialisasi Empat Pilar kepada generasi muda Ansor Cabang Kabupaten Bandung, di Pondok Pesantren Al Istiqomah Meruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Sabtu, 14 Desember 2019. Ikut hadir pada acara tersebut anggota MPR Fraksi PKB Cucun Ahmad Syamsurijal, Pengasuh Ponpes Al Istiqamah KH. Ahmad Fauzi, dan Ketua Umum Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Bandung Hasan Basri.

    Pada kesempatan tersebut, Jazilul meminta jajaran pemuda Ansor Bandung agar tidak mudah terprovokasi dengan banyaknya kekerasan dan pikiran keras terhadap negara. Yaitu, pemikiran-pemikiran yang suka mengejek dan menjelekkan orang lain. Merasa kelompoknya sendiri yang paling benar, sementara kelompok lain salah.

    Menghadapi kondisi itu, politisi asal Jawa Timur meminta seluruh anggota Ansor tetap tenang. Bahkan, kalau bisa ikut memperbaikinya agar kekerasan dan pikiran keras terhadap negara bisa berangsur berkurang.

    "Jangan malah ikut terprovokasi sehingga melakukan tindakan keras atau bersikap anarkis lainnya. Tetap tenang, dan mari kita menenangkan agar kekerasan itu menjauh dari kehidupan bangsa Indonesia," kata Jazilul.

    Pernyataan serupa disampaikan Cucun Ahmad Syamsurijal. Dia meminta agar Ansor tidak meladeni ejekan yang kerap disampaikan orang-orang yang berpikiran keras. Kalau tidak bisa diingatkan lebih baik dijauhi agar tidak terprovokasi. "Dan kalau sudah keterlaluan, lebih baik dilaporkan kepada pihak-pihak berwenang supaya diselesaikan secara hukum," katanya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.