Mahfud Md Ajak PPP Lawan Paham Radikalisme

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Polhukam Mahfud MD memberikan keterangan pers di Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis 12 Desember 2019. Menko Polhukam menjamin keamanan dan situasi yang kondusif jelang Natal dan Tahun Baru 2020. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    Menko Polhukam Mahfud MD memberikan keterangan pers di Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis 12 Desember 2019. Menko Polhukam menjamin keamanan dan situasi yang kondusif jelang Natal dan Tahun Baru 2020. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud Md mengajak Partai Persatuan Pembangunan aktif melawan paham radikalisme. Pesan ini disampaikan Mahfud saat menghadiri pembukaan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) V PPP di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Sabtu, 14 Desember 2019.

    "Pemerintah mengajak semua unsur di dalam PPP mulai sesepuh, ulama, kiai, pimpinan partai, pengurus partai pusat hingga daerah, khususnya kaum muda partai, untuk bersama-sama melawan berkembangnya paham radikalisme," kata Mahfud.

    Mahfud mengatakan ada tiga kelompok yang menurutnya termasuk penganut paham radikalisme. Pertama ialah kelompok yang selalu menyalahkan orang atau takfiri. Dia berujar, kelompok ini yang selalu menyatakan orang lain kafir jika tak sama dengan mereka.

    Yang kedua adalah kelompok yang memerangi orang atau jihadis. Adapun yang ketiga adalah kelompok yang ingin mengubah ideologi dan konsensus bernegara.

    Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini juga berharap PPP menjadi partai Islam yang modern, inklusif, dan aktif memberantas korupsi. Mahfud juga menyebut bahwa banyak anak-anak muda yang ingin bergabung dengan partai Islam, asalkan tetap bisa tampil milenial.

    Mahfud lantas meminta PPP untuk berperan dalam menggerakkan moderasi Islam. Dia menjelaskan, moderasi Islam artinya partai ini menerima NKRI sebagai produk kesepakatan bangsa, mencakup para ulama dan tokoh bangsa lainnya.

    "Kalau PPP ke depan menjadi partai Islam modern di Indonesia akan besar, karena ini wadah yang ditunggu-tunggu," kata Mahfud.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.