Saut KPK: 12 Pegawai yang Mundur Tak Sebutkan Alasan Spesifik

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (keenam kanan) bersama Istri aktivis HAM Munir Said Talib, Suciwati (kelima kanan) dan Keluarga Almarhum Randi dan Yusuf mengangkat tangan bersama usai melakukan pertemuan tertutup di gedung KPK, Jakarta, Kamis 12 Desember 2019. Kedatangan keluarga almarhum Randi dan Yusuf untuk meneruskan aspirasi yang diperjuangkan oleh Randi dan Yusuf dalam aksi unjuk rasa yang kemudian merenggut nyawa mereka. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (keenam kanan) bersama Istri aktivis HAM Munir Said Talib, Suciwati (kelima kanan) dan Keluarga Almarhum Randi dan Yusuf mengangkat tangan bersama usai melakukan pertemuan tertutup di gedung KPK, Jakarta, Kamis 12 Desember 2019. Kedatangan keluarga almarhum Randi dan Yusuf untuk meneruskan aspirasi yang diperjuangkan oleh Randi dan Yusuf dalam aksi unjuk rasa yang kemudian merenggut nyawa mereka. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta-Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK Saut Situmorang tak mau menduga-duga alasan 12 pegawai lembaga antirasuah mengundurkan diri. Menurutnya, mereka yang keluar dari KPK tak menyebut alasan secara spesifik.

    "Mereka hanya mengucapkan terima kasih pada KPK karena sudah sempat mengabdi beberapa tahun," kata dia saat dihubungi, Jumat, 13 Desember 2019. Menurut Saut bisa jadi mereka pamit dari lembaga antirasuah karena situasi akhir-akhir ini, salah satunya revisi UU KPK. "Tapi saya tidak mau berpraduga."

    Saut Situmorang berujar selama empat tahun memimpin KPK, baru kali ini ada pegawai yang keluar secara nyaris bersamaan. Ia belum dapat memastikan apakah akan ada pegawai yang akan menyusul 12 rekannya ini. "Aliran mundur berdekatan beberapa orang sekaligus baru akhir-akhir ini," kata dia.

    Saut menuturkan rata-rata orang yang mundur dari KPK setelah revisi UU KPK rata-rata telah bekerja di komisi selama 4 sampai 5 tahun. Para pegawai yang mundur dari beragam kedeputian di KPK.

    Ketua KPK Agus Rahardjo dalam rapat kerja di DPR pada 27 November 2019 mengatakan alasan sejumlah pegawai ingin mundur. Menurut dia, pegawai menolak menjadi aparatur sipil negara (ASN). "Yang mengajukan mundur sudah tiga orang. Sisanya masih wait and see," ujar Agus.

    Seorang pegawai KPK membenarkan bahwa perubahan status ASN ini menjadi salah satu alasan mengapa sejumlah pegawai mengundurkan diri. Sejumlah pihak menilai perubahan status ASN dapat mengganggu independensi pegawai. Pegawai lainnya menyatakan masih menunggu situasi lebih lanjut di KPK setelah UU hasil revisi benar-benar berlaku.

    KPK menyiapkan dua tim transisi untuk meninjau peralihan lembaga antikorupsi itu setelah revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK. Salah satu tim khusus mengkaji status kepegawaian. Merujuk pada UU KPK yang baru, semua pegawai KPK akan menjadi ASN, termasuk penyelidik, penyidik, hingga admin pencegahan.

    Dalam kajian ini, ujar Agus, pimpinan KPK mengupayakan agar status karyawan yang akan dialihkan menjadi ASN ini bisa tetap independen dengan rekrutmennya tetap dikelola KPK. "Kalau independensi ini bisa dijamin, saya kira yang pindah tidak akan banyak."

    M ROSSENO AJI | DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.