Jadi Wantimpres, Luthfi Bin Yahya: Bukan Kebanggaan, Ini Amanat

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi, mendengarkan Habib Luthfi Bin Yahya berbicara sebelum menuju Konser Putih Bersatu di Hotel Fairmont, Jakarta, 13 April 2019. Istimewa

    Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi, mendengarkan Habib Luthfi Bin Yahya berbicara sebelum menuju Konser Putih Bersatu di Hotel Fairmont, Jakarta, 13 April 2019. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta-Ulama asal Pekalongan, Muhammad Luthfi bin Yahya atau Habib Luthfi, mengatakan penunjukkan dirinya sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden atau Wantimpres bukanlah sebuah kebanggaan. "Tapi ini amanat tanggung jawab, bukan sepele. Itu saja," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat, 13 Desember 2019.

    Luthfi bin Yahya mengatakan bahwa pelantikan bukan suatu hal yang harus disyukuri. Tetapi mensyukuri jika sudah berhasil. Luthfi juga mengaku tak ada alasan khusus menerima tawaran menjadi anggota Wantimpres. "Cuma kita ingat 1945, kita ada di mana, 1947 ada di mana. Nah, kita ingin ambil kontribusi untuk negara dan bangsa ini," ujarnya.

    Hari ini, Presiden Joko Widodo atau Jokowi melantik sembilan anggota Wantimpres. Selain Luthfi bin Yahya, delapan anggota lainnya adalah mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto yang ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres.

    Ada pula politikus PDI Perjuangan Sidarto Danusubroto, politikus Partai Golkar Agung Laksono, pengusaha Putri Kuswisnuwardhani, pengusaha Arifin Panigoro, pengusaha Dato Sri Tahir, politikus PPP Mardiono, dan mantan Gubernur Jawa Timur Soekarwo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penjelasan Bamsoet Terkait Aturan Kepemilikan Senjata Api 9mm

    Bamsoet meluruskan pernyataan terkait usul agar Polri memperbolehkan masyarakat memiliki senjata api 9mm untuk membela diri. Mengacu pada aturan.