PPATK: Ada Pencuci Uang Profesional Jalankan Bisnis di Indonesia

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Money Laundring/Pencucian Uang. Shutterstock

    Ilustrasi Money Laundring/Pencucian Uang. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menengarai ada sejumlah pencuci uang profesional yang menjalankan bisnis konsultasi di Indonesia. Mereka memberikan arahan kepada pelaku kejahatan, salah satunya koruptor untuk menempatkan uangnya agar tak terdeteksi aparat hukum.

    "Aneh kan pencuci uang kok profesional, ini siapa saja sebetulnya? Ini orang-orang yang jago sekali mengatur bagaimana transaksi ini dilakukan," kata Wakil Ketua PPATK Dian Ediana Rae di kantornya, Jakarta, Jumat, 13 Desember 2019.

    Menurut Dian, para pelaku ini bekerja dengan melakukan rekayasa hukum dan rekayasa keuangan. Salah satunya dengan menggunakan modus mentransfer uang ke luar negeri. "Sehingga itu bisa tidak kelihatan."

    Pencuci uang profesional ini juga ada yang menjalankan bisnisnya di Indonesia. Mereka berasal dari banyak profesi, seperti advokat, notaris dan akuntan. "Tapi itu oknum."

    Menurut Dian, kerja pencuci uang profesional ini bisa dideteksi di sejumlah kasus korupsi di Indonesia. Ia mencontohkan ada kasus di mana pejabat dari suatu daerah bisa menempatkan uangnya di luar negeri. Menurut dia, modus ini tak mungkin dilakukan oleh pejabat tanpa bantuan pencuci uang profesional. "Koruptor kita enggak sepintar itu," kata dia.

    Dian mengatakan aparat hukum juga harus meringkus para pencuci uang profesional ini. PPATK sudah berkoordinasi dengan lembaga hukum negara lain untuk menelusuri aliran duit dari dalam negeri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.