Kasus Pembunuhan Hakim Jamaluddin, Polisi Periksa 29 Saksi

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tewas atau jenazah atau jasad. shutterstock.com

    Ilustrasi tewas atau jenazah atau jasad. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi masih menyelidiki kasus pembunuhan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan Jamaluddin. Hingga kini, 29 saksi diperiksa untuk penyelidikan. "Sampai hari ini masih penyelidikan, kami masih terus mendalami kasus itu," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta Selatan, Jumat 13 Desember 2019.

    Saksi-saksi itu terdiri dari rekan kerja, keluarga dan kolega Jamaluddin, serta saksi di lokasi peristiwa. Sejauh ini, kata Asep, polisi belum bisa menyimpulkan pembunuh Jamaluddin adalah kerabat dekat. "Sekarang masih mengumpulkan bukti. Semua bukti petunjuk pasti akan diolah terlebih dahulu."

    Jasad hakim Jamaluddin ditemukan di sebuah jurang di Dusun II Namo Rindang, Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Jumat, 29 November 2019. Juru bicara PN Medan ini ditemukan warga di dalam mobil Toyota Land Cruiser Prado nomor polisi BK 77 HD berwarna hitam.

    Saat ditemukan jenazah sudah membiru dengan kondisi terbaring di posisi bangku belakang. Kepala Polda Sumatera Utara Irjen Agus Andrianto menyatakan bahwa hakim Jamaluddin diduga kuat dibunuh.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.