Mensos: Peran Pendamping Milenial Penting untuk Salurkan BPNT

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Sosial Julari P Batubara, menghadiri kegiatan Peningkatan Kapasitas Pendamping BPNT 2019, bagi para pendamping bantuan sosial (bansos) pangan di Hotel Vasa, Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 12 Desember 2019. (dok Kemensos)

    Menteri Sosial Julari P Batubara, menghadiri kegiatan Peningkatan Kapasitas Pendamping BPNT 2019, bagi para pendamping bantuan sosial (bansos) pangan di Hotel Vasa, Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 12 Desember 2019. (dok Kemensos)

    INFO NASIONAL — Penyaluran bantuan pangan non tunai (BPNT) dinilai tidak akan berhasil tanpa adanya peran pendamping. Peran pendamping sangat penting agar penyaluran BPNT tepat sasaran ke tangan keluarga penerima manfaat (KPM).

    "Kalian adalah pejuang kesejahteraan sosial. Tanpa kalian, kami (Kementerian Sosial/Kemensos) tidak bisa apa-apa," ujar Menteri Sosial, Juliari P. Batubara, dalam memberikan arahan, pada Peningkatan Kapasitas Pendamping BPNT 2019, di Hotel Vasa, Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 12 Desember 2019. 

    Sebanyak 269 orang pendamping bantuan sosial (bansos) pangan menghadiri acara ini. Mereka berasal dari enam provinsi, khususnya wilayah III yang terdata dalam Ditjen Penanganan Fakir Miskin (PFM) Kemensos, yakni Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Barat, dan Jawa Timur.

    Mensos Juliari senang melihat para pendamping yang hadir banyak yang milenial. Hal ini menjadi keuntungan lantaran mereka diyakini pola pikir yang terbuka dan mengikuti perkembangan zaman. "Ini harus diberdayakan supaya jangan sampai keuntungan ini malah menjadi bencana. Artinya, kaum generasi muda harus benar-benar memberikan warna bagi kehidupan bangsa dan negara," ujar Ari, biasa dia disapa.

    Ari juga optimistis penyaluran bansos pangan ke depan akan semakin lebih baik melihat dari banyaknya pendamping yang masih muda. Dia juga mengingatkan agar para pendamping selalu mengembangkan diri.

    Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, juga turut menghadiri pembekalan pendamping sekaligus membuka acara tersebut. Pada kesempatan itu, ia memaparkan bahwa saat ini Jawa Timur surplus 2,8 miliar butir telur. "Jawa Timur produksi 8,2 miliar butir telur. Kami berharap bapak perbanyak berikan bansos pangan di sini," katanya.

    Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal PFM Kemensos, Andi ZA Dulung, mengatakan acara hari ini juga memberikan beasiswa kepada tiga anak berprestasi, penyerahan kredit usaha rakyat (KUR) oleh Bank BRI ke sembilan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) berprestasi, dan penyerahan buku tabungan kepada 49 keluarga. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.