Komisi Pendidikan DPR Minta Nadiem Matangkan Konsep Pengganti UN

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim memberikan sambutan pada puncak peringatan HUT Ke-74 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu, 30 November 2019. Acara tersebut mengangkat tema

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim memberikan sambutan pada puncak peringatan HUT Ke-74 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu, 30 November 2019. Acara tersebut mengangkat tema " Peran strategis Guru dalam mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia unggul. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pendidikan DPR meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim untuk mematangkan dua konsep pengganti Ujian Nasional yaitu Penilaian Kompetensi Minimum dan Survei Karakter.

    "Harus ada konsep yang utuh sebelum ini menjadi sebuah keputusan. Siapkan secara matang dulu. Ini belum ada hitam di atas putih, Pak Menteri sudah buru-buru mendeklarasikan bahwa UN dihapus pada 2021," ujar anggota Komisi X DPR RI, Sadewo saat rapat bersama Mendikbud di Kompleks Parlemen, Senayan pada Kamis, 12 Desember 2019.

    Hal yang sama diungkapkan oleh anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS, Zainuddin Maliki. Menurut Maliki, selama ini memang banyak kelemahan dalam pelaksanaan UN sebagai tolak ukur kelulusan siswa. Maka untuk mengevaluasi sistem saat ini, harus disiapkan sistem yang lebih baik.

    "Nah, sekarang Pak Menteri mau merubah UN. Maka ini perlu persiapan karena Pak Menteri ini mau mendekonstruksi narasi yang selama ini disakralkan. Menolak UN kan selama ini dianggap murtad," ujar Maliki. "Saya mau mendukung, tapi rumuskan yang benar sistem ini."

    Sejauh ini, Nadiem baru menjelaskan konsep besar pengganti UN yakni sistem Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter.

    Nadiem mengemukakan, penilaian ini akan berfokus pada kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan penguatan pendidikan karakter.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.