Polri Petakan 12 Daerah Rawan saat Natal dan Tahun Baru

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi bersenjata bersiaga di sela-sela patroli di Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria, Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 21 Desember 2018. Patroli yang dilakukan Unit Srikandi, Raimas, dan K-9 Polrestabes Surabaya itu untuk mengantisipasi terjadinya tindak kejahatan atau kriminalitas lainnya khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru 2019. ANTARA

    Polisi bersenjata bersiaga di sela-sela patroli di Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria, Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 21 Desember 2018. Patroli yang dilakukan Unit Srikandi, Raimas, dan K-9 Polrestabes Surabaya itu untuk mengantisipasi terjadinya tindak kejahatan atau kriminalitas lainnya khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta-Mabes Polri telah memetakan sejumlah daerah yang menjadi prioritas pengamanan pada Hari Raya Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

    Pemetaan daerah rawan itu, kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Argo Yuwono, sudah berdasarkan dari hasil pengumpulan data yang dihimpun oleh Asisten Operasional Kepala Kepolisian RI dari 34 Kepolisian Daerah.

    "Contohnya Jawa, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua, dan Papua Barat. Itu daerah prioritas terkait Operasi Lilin dan Tahun Baru," kata Argo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 12 Desember 2019.

    Kendati demikian Argo tak membeberkan apa saja indikator yang digunakan untuk mengukur kerawanan setiap daerah. Namun Polri, kata dia, telah mengerahkan 160 ribu personel untuk kegiatan Operasi Kemanusiaan, Operasi Lilin dan Tahun Baru itu.

    Operasi Kemanusiaan dan Operasi Lilin bertujuan mengamankan arus mudik dan tempat ibadah. Menurut Argo Polri juga akan bekerja sama dengan masyarakat untuk ikut serta membantu pengamanan pada akhir tahun. Operasi itu sendiri, kata Argo, akan berlangsung sejak 23 Desember 2019 hingga 1 Januari 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.