Bertemu Menhan Korea Selatan, Mahfud Md Bahas Jet Tempur

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menkopolhukam Mahfud MD saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    Menkopolhukam Mahfud MD saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md bertemu Menteri Pertahanan Republik Korea di kantornya, Jakarta, Kamis siang, 12 Desember 2019.

    Dalam pertemuan di kantor Kemenko Polhukam itu, mereka membicarakan soal kerja sama alat utama sistem persenjataan (alutsista) pengembangan pesawat tempur KFX/IFX yang dilakukan Indonesia dan Korea Selatan.

    "Join pembuatan pesawat bersama. Itu sekarang masih sedang dinegosiasi dan vocal point dari Indonesia memang yang ditunjuk Pak Prabowo, Menteri Pertahanan, untuk berbicara antarmenteri pertahanan," kata Mahfud.

    Mahfud mengatakan, tak ada keputusan spesifik yang diambil dari pertemuan itu. Namun, ia menegaskan bahwa pembahasan kerja sama jet tempur itu tetap dilanjutkan. "Substansinya Pak Prabowo yang membicarakan," ucapnya.

    Jet tempur KFX/IFX adalah pesawat semu siluman generasi 4.5 yang dikembangkan Korea Selatan dan Indonesia. Pesawat ini disebut akan menyaingi jet tempur F-22 dan F-35 karena harga jual yang relatif lebih rendah karena secara kemampuan masih berada di bawah. Pesawat ini juga diharapkan bisa ditempatkan di berbagai pulai di tanah air untuk menjaga kedaultan wilayah.

    Pada 2015, pemerintah Indonesia dan Korea Selatan membuat kesepakatan untuk mengembangkan jet tempur ini bersama-sama. Kesepakatan kerja sama strategis program ini dilakukan pada 4 Desember 2015. Sementara kesepakatan cost sharing dilakukan pada Januari 2016.

    Dalam kesepakatan itu, Indonesia menanggung biaya program pengembangan sebesar 20 persen, sementara Korea Selatan 80 persen. Dalam 10 tahun pengembangan yang akan dilakukan hingga 2026, total biaya yang ditanggung Indonesia mencapai Rp 21,6 triliun. Sementara kesepakatan penugasan kerja (work assignment agreement atau WAA) dilakukan pada Januari 2016.

    Sesuai dengan WAA antara PT Dirgantara Indonesia dan Korea Aerospace Industries, PT DI akan mendapatkan porsi 1223 man-year di Korea dan 217 man-year di Indonesia berupa engineering work package (EWP) dan airframe component manufacture (ACM).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.