Tolak Rencana Nadiem Hapus UN, JK: Jangan Ciptakan Pemuda Lembek

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berbicara dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Whisnutama dan Menteri BUMN Erick Thohir sebelum drama berjudul #PrestasiTanpaKorupsi di SMKN 57 Jakarta, 9 Desember 2019. Foto: Biro Setpres

    Presiden Joko Widodo berbicara dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Whisnutama dan Menteri BUMN Erick Thohir sebelum drama berjudul #PrestasiTanpaKorupsi di SMKN 57 Jakarta, 9 Desember 2019. Foto: Biro Setpres

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menanggapi rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim yang bakal menghapus Ujian Nasional (UN).

    JK mengatakan menghapus UN bukan langkah tepat. “Jangan menciptakan generasi muda yang lembek,” kata JK ditemui di sela pengukuhan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Kamis, 12 Desember 2019.

    JK menuturkan ujian nasional seharusnya menjadi bagian penting dari sebuah proses pembelajaran. “UN tetap pentinglah itu, semua harus belajar,” ujar JK.

    Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan kebijakan menghapus UN justru lebih memberi tantangan. "UN diganti assessment kompetensi di 2021 malah lebih menantang," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 11 Desember 2019.

    Menurut Nadiem, pergantian UN dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter ini menantang sekolah untuk menerapkan model pembelajaran yang sesungguhnya, tidak sekadar menyuruh murid menghafal. "Ada pembelajaran, ada penghafalan. Itu hal yang berbeda," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.