Iriana Jokowi Lepas Gibran Berangkat, Begini Komentarnya

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ibu Negara Iriana Jokowi tiba untuk mendampingi menantunya, Selvi Ananda yang akan melahirkan anak keduanya di RS PKU Muhammadiyah Surakarta. Selvi melahirkan di RS yang sama saat putra pertamanya, Jan Ethes lahir. ANTARA/Aris Wasita

    Ibu Negara Iriana Jokowi tiba untuk mendampingi menantunya, Selvi Ananda yang akan melahirkan anak keduanya di RS PKU Muhammadiyah Surakarta. Selvi melahirkan di RS yang sama saat putra pertamanya, Jan Ethes lahir. ANTARA/Aris Wasita

    TEMPO.CO, Solo -  Ibu Negara Iriana Jokowi ikut melepas keberangkatan Gibran Rakabuming Raka bersama relawan pendukung di Gedung Grha Saba, Solo, pada pagi ini, Kamis 12 Desember 2019.

    Gibran, putra sulung Presiden Jokowi, akan mendaftar Calon Wali Kota Solo ke Panti Marhaen, Kantor PDIP Jawa Tengah, di Semarang.

    Di halaman Grha Saba, Iriana Jokowi bertemu dan berbaur dengan ratusan relawan pendukung Gibran.

    Iriana bahkan melayani permintaan bersalaman atau foto bersama.

    Menurut Iriana, keluarganya mendukung langkah Gibran maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Surakarta 2020.

    "(Keluarga) Support, semoga lancar semua," ucapnya.

    Menurut dia, Gibran Jokowi telah meminta doa restu kepada dia. Iriana pun memberikan restunya. "Ya, pastilah doa ibu untuk anaknya."

    Gibran bersama ratusan relawan pendukung berangkat ke Semarang menumpang 20 bus.

    Gibran, berkemeja putih, memberikan pidato di hadapan para pendukungnya sebelum berangkat. Dia didampingi istrinya, Selvi Ananda, dan sejumlah kerabatnya.

    Koordinator pemberangkatan relawan, Kuat Hermawan, mengklaim puluhan organisasi relawan mendampingi Gibran ke Semarang.

    "Total organisasi relawan yang terdaftar sudah 42," ucapnya.

    Menurut dia, para relawan antusias mengantar Gibran Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.