Soal Dewan Pengawas KPK, Istana Minta Publik Tunggu 20 Desember

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Sekretaris Negara Pratikno saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    Menteri Sekretaris Negara Pratikno saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara Pratikno meminta publik menunggu hingga 20 Desember 2019 untuk mengetahui calon Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewan Pengawas KPK). Meski Presiden Jokowi menyatakan sudah mengantongi nama kandidatnya, ia menilai proses pemilihan masih berlangsung.

    "Ya, kan, belum final. Nanti, lah, tanggal 20," kata Pratikno singkat di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 11 Desember 2019.

    Pratikno enggan mengkonfirmasi sejumlah nama yang beredar bakal menjadi dewan pengawas KPK seperti Indriyanto Seno Adji, Adi Toegarisman, Marcus Priyo Gunarto, Taufiequrachman Ruki, hingga Yusril Iha Mahendra. "Ya, namanya belum final, kok," ucap dia.

    Saat menghadiri acara Rakernas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah di Hotel Mulia, Jakarta, kemarin, Jokowi mengaku sudah mengantongi nama-nama Dewan Pengawas KPK. "Sudah,".

    Jokowi tak menjawab berapa nama kandidat yang sudah ia pilih. Ia juga menyampaikan belum akan mengumumkan nama-nama Dewan Pengawas itu.

    Penyaringan kandidat Dewan Pengawas KPK dilakukan oleh tim internal yang dikomandani Pratikno. Beberapa anggotanya adalah Ari Dwipayana, Sukardi Rinakit, Dini Purwono, dan Fadjroel Rachman.

    Fadjroel sebelumnya mengatakan Jokowi mengutamakan pegiat antikorupsi untuk mengisi jabatan Dewan Pengawas KPK. Jokowi juga menyerahkan sejumlah calon yang dia dapatkan berdasarkan masukan dari sejumlah pihak kepada tim internal. Nantinya, tim ini yang akan menelusuri rekam jejak dan kesesuaian kandidat tersebut dengan syarat-syarat adminsitratif.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.