Survei Kemenag: Indeks Kerukunan Aceh dan DKI di Bawah Rata-rata

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Agama Fachrul Razi seusai Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Kamis 28 November 2019. Tempo/ Fikri Arigi.

    Menteri Agama Fachrul Razi seusai Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Kamis 28 November 2019. Tempo/ Fikri Arigi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) merilis laporan Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) 2019. Hasilnya skor KUB Indonesia berada di angka 73,83 dari rentang 0-100 atau masuk kategori "Rukun Tinggi".

    “Angka ini meningkat jika dibanding hasil yang diperoleh tahun lalu, yaitu 70,90. Tapi masih rendah jika dibanding perolehan angka indeks tahun 2015, yaitu 75,36,” kata Menteri Agama Fachrul Razi dikutip dari laman resmi Kemenag, Rabu, 11 Desember 2019.

    Fachrul menjelaskan meski Indeks KUB Indonesia menurun dibandingkan 2015, namun dalam lima tahun terakhir, angka rata-rata Indeks KUB selalu berada di atas angka 70. "Atau pada kategori tinggi,” ucap dia.

    Ada tiga dimensi yang diukur untuk mengetahui Indeks KUB Indonesia, yaitu toleransi, kesetaraan, dan kerja sama antara umat beragama. Menurut Fachrul, masing-masing dimensi KUB, menunjukkan nilai sebagai berikut: dimensi kerja sama dengan skor 75,40; dimensi toleransi dengan skor 72,37; dan dimensi kesetaraan dengan skor 73,72.

    Provinsi dengan skor Indeks KUB di atas rata-rata nasional adalah Papua Barat (82,1); Nusa Tenggara Timur (81,1); Bali (80,1); Sulawesi Utara (79,9); Maluku (79,4); Papua (79,0); Kalimantan Utara (78,0); Kalimantan Tengah (77,8); Kalimantan Barat (76,7); Sumatera Utara (76,3); Sulawesi Selatan (75,7); Sulawesi Tengah (75,0); Jawa Tengah (74,6); DI Yogyakarta (74,2); Sulawesi Barat (74,1); Sulawesi Tenggara (73,9).

    Provinsi dengan skor Indeks KUB di bawah rata-rata nasional adalah Jawa Timur (73,7); Kalimantan Timur (73,6); Gorontalo (73,2); Kepulauan Bangka Belitung (73,1); Lampung (73,1); Kepulauan Riau (72,8); Maluku Utara (72,7); Kalimantan Selatan (72,5); Sumatera Selatan (72,4); Bengkulu (71,8); DKI Jakarta (71,3); Jambi (70,7); Nusa Tenggara Barat (70,4); Riau (69,3); Banten (68,9); Jawa Barat (68,5); Sumatera Barat (64,4); Aceh (60,2).

    Survei tersebut dilakukan pada 16 Mei-19 Mei 2019 dan 18-24 Juni 2019. Jumlah responden 13.600 di 34 provinsi dengan penarikan sampel secara acak berjenjang. Margin of error survei kurang lebih 4,8 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.