Dikabarkan Ditawari Jadi Dewas KPK, Erry Riyana: Tidak Benar

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Pimpinan KPK, Erry Riyana Hardjapamengkas, dalam diskusi di Jakarta, (07/08). Diskusi ini membahas mengenai peranan KPK dalam pemberantasan Korupsi di Indonesia. TEMPO/ Seto Wardhana.

    Mantan Pimpinan KPK, Erry Riyana Hardjapamengkas, dalam diskusi di Jakarta, (07/08). Diskusi ini membahas mengenai peranan KPK dalam pemberantasan Korupsi di Indonesia. TEMPO/ Seto Wardhana.

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi Erry Riyana Harjdapamekas dikabarkan ditawari oleh pihak istana untuk menjadi Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi atau Dewas KPK. Mantan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan Yunus Husein mengaku mendapatkan kabar tersebut.

    "Pak Erry Riyana ditelepon oleh beberapa orang dari Sekretaris Negara untuk penjajakan, tidak menawari khusus tapi untuk penjajakan saja," kata dia saat dihubungi, Selasa, 10 Desember 2019.

    Presiden Jokowi sebelumnya menyatakan sudah mengantongi nama-nama Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi. Namun, dia tak menyebutkan nama. "Sudah," katanya singkat di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa, 10 Desember 2019.

    Dari informasi yang dihimpun Tempo, nama Erry Riyana jadi salah satu yang mencuat. Selain dia, ada pula nama Guru Besar Universitas Gadjah Mada Marcus Priyo Gunarto, mantan pelaksan tugas komisioner KPK Indriyanto Seno Adji dan mantan Wakil Ketua KPK Amien Sunaryadi.

    Ada pula nama, Koordinator Staf Khusus Satuan Tugas Nasional Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Ilegal Mas Achmad Santosa, mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Adi Toegarisman dan Yunus Husein.

    Yunus mengaku sejumlah koleganya sempat menyebut bahwa dia adalah kandidat Dewan Pengawas. Akan tetapi, ia mengatakan tak pernah dihubungi oleh Setneg. Kalau pun ditawari, dia mengatakan akan menolak. "Pembentukan dewan pengawas sejak niatnya saja sudah tidak baik," kata dia.

    Sementara, Erry Riyana membantah telah ditawari posisi Dewan Pengawas KPK. "Tidak benar," kata dia dihubungi, Rabu, 11 Desember 2019.

    Secara terpisah, Marcus, Achmad Santosa dan Indriyanto Seno Adji menyangkal pernah ditawari posisi tersebut. "Saya tidak paham dari mana rumor ini semua," kata Indriyanto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.