Jokowi Tak Datang ke KPK, Saut: Padahal Mau Saya Peluk

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua KPK Saut Situmorang bersama juru bicara Febri Diansyah (kiri), memberikan keterangan kepada awak media, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Rabu, 25 September 2019. KPK resmi menetapkan dua orang tersangka baru anggota Badan Pemeriksa Keuangan Rizal Djalil dan Komisaris Utama PT. Minarta Dutahutama, Leonardo Jusminarto Prasetyo. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Ketua KPK Saut Situmorang bersama juru bicara Febri Diansyah (kiri), memberikan keterangan kepada awak media, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Rabu, 25 September 2019. KPK resmi menetapkan dua orang tersangka baru anggota Badan Pemeriksa Keuangan Rizal Djalil dan Komisaris Utama PT. Minarta Dutahutama, Leonardo Jusminarto Prasetyo. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang menyayangkan sikap Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang tak datang ke Hari Antikorupsi Sedunia yang diselenggarakan lembaganya.

    Padahal, kata Saut, jika Jokowi datang, ia ingin menyambut dengan memeluk. "Mungkin sibuk, ya tapi nanti masih ada lain waktu ya untuk ketemu. Tadi kan kalau datang ingin dipeluk, hahaha," ujar dia berkelakar di di Gedung Penunjang Merah Putih KPK, Jakarta Selatan pada Senin, 9 Desember 2019. 

    Jokowi mengatakan telah berbagi tugas dengan wakilnya, Ma'ruf Amin. Ia memilih absen di acara KPK untuk datang ke SMKN 57 dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia.

    "Setiap tahun saya hadir, setiap tahun saya hadir, hanya ini, kan, Pak Ma'ruf belum pernah ke sana, ya bagi-bagi, lah. Masa setiap tahun saya terus," kata Jokowi di SMKN 57, Jakarta, Senin, 9 Desember 2019.

    Kendati demikian, Saut tetap mengapresiasi sikap Jokowi yang lebih memilih datang ke SMKN 57. "Gak apa-apa, karena bagaimana pun kan ke semua jenjang pendidikan harus masuk. Jadi baguslah jadi nanti generasi muda," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.