Hari Antikorupsi, Jaksa Agung ST Burhanuddin: Jaksa Nakal, Sikat

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jaksa Agung ST Burhanuddin muncul dalam doorstop mingguan di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan pada Jumat, 25 Oktober 2019. TEMPO/Andita Rahma

    Jaksa Agung ST Burhanuddin muncul dalam doorstop mingguan di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan pada Jumat, 25 Oktober 2019. TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, JakartaJaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) dengan menggelar acara nonton bareng alias nobar film bertema antikorupsi bersama siswa-siswi SMA di gedung Badan Diklat Kejaksaan RI, Ragunan, Jakarta pada Senin, 9 Desember 2019.

    Dalam peringatan Hakordia ini, Burhanuddin berkomitmen untuk membersihkan kejaksaan dari segala bentuk praktek korupsi. "Jaksa-jaksa nakal akan kita sikat terus," ujar Burhanuddin usai acara nobar.

    Salah satu program yang akan dilakukan kejaksaan sebagai bentuk upaya mengeliminir jaksa-jaksa nakal ini adalah dengan melakukan lelang jabatan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari)

    Program ini akan diberlakukan mulai 2020. Untuk tahap awal, ujar Burhanuddin, sistem lelang jabatan ini belum akan diberlakukan di seluruh Kejati dan Kejari. Melainkan, hanya berlaku di Kejati dan Kejari Kelas 1 saja.

    "Kan ada tujuh itu, DKI, Jabar, Jateng, Jatim, Palembang, Sumsel, Sumut, dan Sulsel,” ujar adik kandung Politikus PDIP TB Hasanuddin ini.

    Tujuan dari sistem lelang ini, ujar ST Burhanuddin, guna melahirkan pimpinan-pimpinan yang berkualitas. "Jadi, jangan asal like dan dislike aja dia didudukkan di situ," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.