Firli Bahuri: Suatu Saat Indonesia Tak Rayakan Hari Antikorupsi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK terpilih periode 2019-2023 Firli Bahuri tiba untuk mengikuti Rapat Paripurna ke-8 Masa Persidangan I Tahun 2019-2020 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 16 September 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua KPK terpilih periode 2019-2023 Firli Bahuri tiba untuk mengikuti Rapat Paripurna ke-8 Masa Persidangan I Tahun 2019-2020 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 16 September 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023 terpilih, Firli Bahuri, berharap Indonesia mendatang tak lagi merayakan peringatan Hari Antikorupsi Sedunia lagi.

    "Karena negara sudah bersih dari korupsi dan kita sudah bebas dari korupsi," ujar Firli di Gedung Penunjang Merah Putih KPK, Jakarta Selatan pada Senin, 9 Desember 2019.

    Firli hadir dalam acara Konferensi Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Ia menilai, hari antikorupsi adalah hari yang penuh prihatin, di mana Indonesia seperti diingatkan bahwa korupsi adalah hal serius yang harus diberantas.

    Padahal, kata Firli, ada beberapa negara yang sudah lagi tak merayakan hari antikorupsi lantaran sudah zero corruption atau tak ada lagi korupsi. "Makanya saya berharap Indonesia suatu saat tidak lagi merayakan," kata dia.

    Untuk mewujudkan itu, Firli Bahuri pun mengajak seluruh masyarakat agar bersatu melakukan upaya pencegahan korupsi. "Dengan demikian, maka seluruh program pembangunan nasional dapat terlaksana dan pada akhirnya cita-cita nasional Indonesia yang cerdas, Indonesia yang sejahtera," ucap dia.

    Sebagai informasi, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia naik satu poin menjadi 38 dari skala 0-100 pada 2018. Kenaikan poin tersebut bisa dibanggakan setelah stagnan di skor 37 sejak 2016. Peringkat Indonesia pun naik ke posisi 89 dari 180 negara dibandingkan 2017 yang berada di peringkat 96 dari 180 negara.

    "Dalam perjalanan empat tahun KPK, alhamdulillah, walau kenaikannya pelan-pelan tapi Indeks Persepsi Korupsi kita tren positif. Terakhir nilainya 38," ujar Ketua KPK Agus Rahardjo dalam sambutannya di lokasi yang sama.

    Indeks Persepsi Korupsi dikeluarkan oleh Tranparency International dan memiliki banyak variabel dalam penilaiannya seperti masalah politik, ekonomi, dan sebagainya.

    Maka dari itu, Agus berharap, KPK dengan pimpinan barunya kelak dapat mempertahankan serta meningkatkan nilai indeks tersebut.

    "Kami berharap tren positif ini bisa terus dipertahankan," kata Agus.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.