KPK Siap Supervisi Kasus Penyelundupan Harley di Pesawat Garuda

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang memberikan arahan kepada peserta apel patroli pengawasan anti politik uang Pemilu 2019 di Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat, 12 April 2019. Apel tersebut dilakukan secara serentak di 514 titik di seluruh Indonesia yang bertujuan untuk mencegah praktik politik uang selama pemilu serentak 2019. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang memberikan arahan kepada peserta apel patroli pengawasan anti politik uang Pemilu 2019 di Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat, 12 April 2019. Apel tersebut dilakukan secara serentak di 514 titik di seluruh Indonesia yang bertujuan untuk mencegah praktik politik uang selama pemilu serentak 2019. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK Saut Situmorang mengatakan pihaknya akan bertemu dengan Bea dan Cukai, otoritas bandara, serta pihak terkait lainnya. Pertemuan itu diinisiasi oleh Kementerian Keuangan.

    Hal ini terkait kemungkinan upaya supervisi untuk menindaklanjuti dugaan penyelundupan motor Harley Davidson oleh mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Ari Askhara.

    "Saya sudah beberapa kali ke bandara, tanggal 12 (Desember) ini saya juga akan ke sana untuk bicara baik-baik dengan semua stakeholder yang ada di bandara. Itu atas undangan mereka [Kementerian Keuangan] juga," kata Saut ketika ditemui dalam acara Festival Film Antikprupsi di Ciputra Artpreneur, Jakarta, pada Minggu, 8 Desember 2019.

    Saut menjelaskan, KPK tak dapat melakukan penanganan perkara. Hal ini lantaran kasus itu menjadi kewenangan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di Bea dan Cukai. Saat ini, pihaknya masih fokus memperkuat kerjasama pencegahan korupsi.

    "Selama ini kita memang masuk di tata kelolanya. Kalau pun ada penyelidikan saya enggak akan ngomong, sampai ada penyidikan baru saya ngomong. Tapi kamu ambil sinyal, sudah beberapa kali saya ke bandara, sudah beberapa kali saya ke pelabuhan, itu hanya untuk melihat tata kelola di sana," ujar Saut.

    Soal dugaan adanya gratifikasi, pelanggaran dan korupsi dalam PT Garuda Indonesia, Saut menyebut dia belum bisa memastikannya. "Apakah itu ada pelanggaran nanti, isu korupsi, gratifikasi, pasti akan debat. Si penerima pasti bilang, saya kan belum 30 hari. 30 hari, dia bisa lapor," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.