Novel Baswedan Harap Kabareskrim Listyo Sigit Serius dan Berani

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik senior KPK Novel Baswedan, memberikan keterangan kepada awak media, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, 20 Juni 2019. Telah memasuki 800 hari, pelaku penyiraman Novel Baswedan belum terungkap. TEMPO/Imam Sukamto

    Penyidik senior KPK Novel Baswedan, memberikan keterangan kepada awak media, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, 20 Juni 2019. Telah memasuki 800 hari, pelaku penyiraman Novel Baswedan belum terungkap. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan berharap Inspektur Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang baru ditunjuk sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal atau Kabareskrim Polri bisa bekerja dengan serius dan berani.

    Hal ini khususnya dalam menangani kasus penyiraman air keras terhadap Novel yang terjadi pada April 2017 lalu.

    "Semoga Pak Sigit juga punya keseriusan dan keberanian karena tentunya masalah ini kan memang, saya duga ada keterkaitan dengan orangnya cukup besar ya," kata Novel ketika ditemui seusai menghadiri Festival Film Antikorupsi di Ciputra Artpreneur, Jakarta pada Minggu 8 Desember 2019.

    Dugaan keterkaitan kasus penyiraman dengan sosok besar yang disebutnya itu, menurut Novel, mestinya tak boleh jadi penghambat penuntasan kasus itu.

    "Tapi enggak boleh terus karena hanya masalah itu, kita menyalahkan sisi kepentingan kemanusiaan, kepentingan peradaban, kepentingan membela bangsa dan negara," ujarnya.

    Novel Baswedan menegaskan, kasus yang menimpa dirinya itu bukan hanya serangan terhadap dirinya, melainkan juga serangan kepada pegawai KPK lainnya. Jika kasus Novel terungkap, dia ingin setiap serangan lain yang terjadi juga diselesaikan.

    "Siapa tahu ada keterkaitan. Karena tidak boleh dibiarkan orang yang berjuang memberantas korupsi terus malah diserang, dan kemudian perkaranya ditutupi. Kacau," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.