Hari Antikorupsi, KPK: Pedang di Tangan Jokowi

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agus Rahardjo, Laode M. Syarief, dan Saut Situmorang memberikan pernyataan ihwal sikap KPK terkait revisi Undang-undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Revisi UU KPK) di kantornya, Jakarta Selatan pada Jumat, 13 September 2019. TEMPO/Andita Rahma

    Agus Rahardjo, Laode M. Syarief, dan Saut Situmorang memberikan pernyataan ihwal sikap KPK terkait revisi Undang-undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Revisi UU KPK) di kantornya, Jakarta Selatan pada Jumat, 13 September 2019. TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Saut Situmorang melontarkan ungkapan menyambut Hari Antikorupsi Sedunia 2019.

    Dia mengatakan Presiden Jokowi yang memegang pedang pemberantasan korupsi.

    Hari Antikorupsi Sedunia jatuh pada Senin, 9 Desember 2019.

    Saut menjelaskan, jika ingin berubah, Indonesia mesti meningkatkan Indeks Persepsi Korupsi. Saat ini, Indonesia berada di angka 38.

    "Kalau mau berubah, 2045 dengan Indeks Persepsi Korupsi 50 atau 60, kita harus mulai dari sekarang. Pedang pemberantasan itu (ada di) kepala negaranya," kata Saut ketika ditemui di Festival Film Antikorupsi, Ciputra Artpreneur, Jakarta pada Minggu, 8 Desember 2019.

    Memaknai Hari Antikorupsi, Saut pun menyebut hari itu menjadi penting agar dunia menyadari bahaya korupsi terhadap suatu negara.

    "Hari itu dibuat agar dunia sadar bahwa korupsi bisa bikin kiamat suatu negara. Bikin negara bubar, tidak efisien, tidak efektif, tidak adil," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.