Erick Thohir Diminta Segera Restrukturisasi BUMN

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Hasto Kristiyanto, usai menemani Megawati Soekarnoputri dalam pertemuan antara PDIP dan Departemen Internasional Partai Komunis Cina di Hotel Mandarin, Jakarta, 18 September 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Hasto Kristiyanto, usai menemani Megawati Soekarnoputri dalam pertemuan antara PDIP dan Departemen Internasional Partai Komunis Cina di Hotel Mandarin, Jakarta, 18 September 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengkritik struktur Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat ini terlalu gemuk. Untuk itu, dia meminta Menteri BUMN segera melakukan restrukturisasi alias perampingan.

    "Untuk itu, kami merekomendasikan kepada Menteri BUMN agar langkah-langkah restrukturisasi dapat dilakukan. BUMN seringkali terlalu gemuk dengan anak perusahaan, cucu perusahaan yang tidak terkait dengan bisnis usaha itu," kata Hasto lewat keterangan tertulis pada Ahad, 8 Desember 2019.

    Alumni Universitas Gajah Mada ini juga menyarankan Menteri BUMN Erick Thohir mengonsolidasikan seluruh jajarannya. Fokus utamanya adalah memperkuat inti bisnis masing-masing BUMN. Caranya dengan menata BUMN kembali supaya tatanannya sejalan dengan inti bisnisnya.

    "Harus dilihat secara menyeluruh agar BUMN fokus dalam ruang lingkup bisnis yang dimasukinya," ujar Hasto.

    Pasca kasus dugaan penyelendupan motor Harley Davidson yang melibatkan Dirut Garuda, Hasto juga mengingatkan bahwa perusahaan pelat merah itu merupakan alat Indonesia untuk memajukan seluruh aspek kehidupan, tidak hanya sisi ekonomi semata. Karena itu, setiap petinggi BUMN harus menjaga perilakunya dan meletakkan kepentingan rakyat di atas segalanya.

    "Perilaku-perilaku yang tidak sejalan dengan membangun korporasi yang sehat, ya, seharusnya tidak boleh dilakukan," kata Hasto.

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.