Cerita Ketua Umum Projo Ingin Jadi Wakil Prabowo

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Wakil Menteri Desa dan PDT Budi Arie Setiadi mengacungkan ibu jari usai bertemu Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 25 Oktober 2019. ANTARA

    Calon Wakil Menteri Desa dan PDT Budi Arie Setiadi mengacungkan ibu jari usai bertemu Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 25 Oktober 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Ormas Projo Budi Arie Setiadi bercerita bahwa dia sempat meminta kepada Presiden Jokowi agar dijadikan Wakil Menteri Pertahanan Prabowo.

    "Saya baru ditugaskan sebagai Wamendes, walaupun saya sudah mengatakan kepada Presiden, saya maunya Wamenhan," katanya dengan nada becanda dalam pidato pembukaan Kongres Projo II di JIEXPO, Kemayoran, Jakarta Pusat, hari ini, Sabtu, 7 November 2019.

    Budi Arie yang juga menjabat Wakil Menteri Desa PDTT mengungkapkannya di hadapan Presiden Jokowi yang hadir didampingi Kepala KSP Moeldoko.

    Dia melanjutkan bahwa keinginannya tersebut akhirnya tak terwujud.

    "Tapi Pak Jokowi enggak kasih ke saya, takutnya saya jatuh hati sama..." ucapnya disambut tawa sekitar 4.000 hadirin.

    Budi tidak menyebutkan kepada siapa dia bisa jatuh hati itu.

    Namun saat dia dipanggil Jokowi untuk ditunjuk sebagai Wakil Menteri Desa sempat menyatakan bahwa perasaannya kepada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sudah berubah.

    Saat Pilpres 2014 dan.2019, Prabowo lawan Jokowi.

    Projo sebagai pendukung Jokowi kerap melontarkan serangan kepada Ketua Umum Partai Gerindra itu.

    Ketua Umum Projo Budi Arie menyatakan tidak lagi mempermasalahkan rivalitas para pendukung Jokowi dengan Prabowo setelah keduanya bersatu di Kabinet Indonesia Maju.

    "Sudah mulai ada cinta sedikit (ke Prabowo)," ujar Budi Arie setelah dipanggil Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 25 Oktober 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.