Rocky Gerung Dianggap Jadi Politikus, Ini Alasannya

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Akademisi, Rocky Gerung meninggalkan ruang sidang usai menjadi saksi fakta pada sidang lanjutan mendengarkan keterangan saksi terkait kasus penyebaran berita bohong atau hoaks yang dilakukan oleh terdakwa Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa, 23 April 2019.  TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Akademisi, Rocky Gerung meninggalkan ruang sidang usai menjadi saksi fakta pada sidang lanjutan mendengarkan keterangan saksi terkait kasus penyebaran berita bohong atau hoaks yang dilakukan oleh terdakwa Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa, 23 April 2019. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Lembaga EmrusCorner, Emrus Sihombing, menilai Rocky Gerung sudah bergeser dari seorang akademikus menjadi politikus.

    Menurut dia, itu terlihat dari Rocky Gerung yang kerap menggunakan kacamata kuda terhadap program Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

    Emrus menuturkan, Rocky telah membangun dirinya sebagai aktor politik yang selalu mengambil posisi berseberangan dengan pemerintahan Jokowi.

    "Ia tampaknya telah melepaskan baju akademik ataukah dia sudah bermigrasi dari seorang akademis menjadi politisi?" katanya dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 7 Desember 2019.

    Emrus mencontohkan pernyataan Rocky Gerung bahwa Jokowi tidak paham Pancasila yang dianggapnya tidak tepat. Pasalnya Rocky menggunakan ukuran hanya satu sisi dan subyektif, yakni kenaikan BPJS.

    Mantan dosen filsafat Universitas Indonesia itu dinilainya telah menafikan program Jokowi yang sudah sesuai dengan nilai Pancasila.

    Dia mencontohkan kebijakan BBM satu harga di Papua.

    Menurut Emrus, bila ukurannya perilaku atau program, semua WNI paham tentang Pancasila. Hanya tingkat pemaham terhadap Pancasila yang berbeda-beda satu dengan yang lain.

    "Oleh karena itu, pendapat Rocky Gerung bahwa Jokowi tidak paham Pancasila, sebagai pernyataan yang sama sekali tidak berdasar," ucap dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.