Pemilihan Ketum PAN, Kubu Zulkifli Hasan Mulai Bermanuver

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MPR Zulkifli Hasan memberi sambutan dalam Peringatan Hari Konstitusi yang digelar di Gedung Nusantara IV, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Minggu, 18 Agustus 2019. (dok MPR RI)

    Ketua MPR Zulkifli Hasan memberi sambutan dalam Peringatan Hari Konstitusi yang digelar di Gedung Nusantara IV, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Minggu, 18 Agustus 2019. (dok MPR RI)

    TEMPO.CO, Jakarta - Internal PAN memanas menjelang pemilihan ketua umum melalui kongres yang akan digelar awal 2020. Kubu Zulkifli Hasan, ketua umum PAN inkumben, dituding menekan pengurus daerah dalam menggalang dukungan.

    Ketua DPD PAN Sambas, Kalimantan Barat, Guntur mengaku mendapat surat dari Dewan Pimpinan Wilayah yang berisi template pernyataan dukungan untuk Zulkifli.

    "DPW mengirim format surat kemudian kami disuruh isi untuk mendukung inkumben itu sendiri," kata Guntur saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, Jumat, 6 Desember 2019.

    Guntur mengakui dia belum mendapat tekanan secara eksplisit untuk memberikan dukungan. Namun, dia menilai ada kejanggalan dalam pemberian rekomendasi untuk maju di pemilihan kepala daerah.

    Menurut Guntur, pimpinan pusat PAN mengeluarkan rekomendasi untuk dua orang di DPD Sambas, yakni dirinya dan seorang kader lain. Padahal di daerah lain, kata dia, hanya ada satu rekomendasi dari partai.

    "Ini aneh. Kalau menghargai upaya saya untuk membesarkan PAN di daerah saya, kenapa ada yang lain diberi rekomendasi. DPD lain satu," ujarnya.

    Politikus PAN lainnya, Djainuddin Damopolii mengaku dipecat dari jabatannya sebagai ketua DPD Kotamobagu Sulawesi Utara pada September lalu. Djainuddin berujar, alasan pemecatan itu lantaran dirinya dinilai tak bisa menjalankan tugas partai.

    Dia menilai alasan itu tak masuk akal. Sebab, DPD Kotamobagu sebelumnya selalu dipuji sebagai DPD yang aktif. Mantan Wakil Wali Kota Kotamobagu ini juga mengaku diminta mengisi surat dukungan kepada Zulkifli saat rapat kerja wilayah DPW Sulawesi Utara.

    "Kami di Sulut bikin rakerwil, menyimpulkan bahwa tentu di situ semua DPD itu sepakat mendukung Zulhas, diperintahkan dibuat tertulis, dibawalah di rakernas besok. Tapi beberapa DPD ada yang membuat ada yang tidak," ujarnya.

    PAN akan menggelar rakernas untuk membahas agenda kongres pada Sabtu, 7 Desember 2019. Rakernas akan berlangsung di Hotel Millenium, Jakarta Pusat mulai pukul 09.00 WIB.

    Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno membantah Zulkifli Hasan menekan pengurus wilayah untuk mendapatkan dukungan. Kalaupun ada yang mendukung, kata Eddy, itu murni datang dari daerah dan tanpa paksaan.

    "Pak Zul memang sudah menerima dukungan tertulis dari DPW dan DPD. Itu saya rasa ungkapan langsung dari kader dan pengurus kami yang ada di daerah. Tidak pernah ada instruksi," kata Eddy melalui telepon, Jumat malam, 6 Desember 2019.

    Sementara itu, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan membantah telah memberi instruksi kepada Dewan Pimpinan Wilayah atau DPW PAN untuk mendukung dirinya agar terpilih kembali menjadi Ketua Umum di Kongres.

    “Ya itu terserah daerah,” ujar Zulkifli alias Zulhas di Rakornas PAN di Hotel Millenium, Jakarta, Sabtu 7 Desember 2019.

    Ia mengaku tak melakukan manuver apa pun untuk mengeruk dukungan DPW PAN. Ia menyebut menyerahkan kepada DPW pilihan apa pun yang akan mereka ambil. “Mereka mendukung A, mendukung B, terserah nggak apa-apa, di PAN itu memang demokratis terbuka,” ucap dia.

    FIKRI ARIGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.