Arief Poyuono Jadi Salah Satu Sebab Prabowo Tunjuk Jubir Gerindra

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kiri) berbincang dengan Ketua Komisi I DPR Meutia Hafid (kanan) menjelang rapat di kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, 11 November 2019. ANTARA

    Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kiri) berbincang dengan Ketua Komisi I DPR Meutia Hafid (kanan) menjelang rapat di kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, 11 November 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPP Gerindra Habiburokhman membeberkan alasan Prabowo Subianto menunjuk juru bicara khusus partai. Dia mengatakan keputusan itu salah satunya berangkat dari masukan masyarakat.

    "Sedikit ada masukan dari masyarakat berupa pertanyaan, apakah pernyataan pengurus Gerindra otomatis menjadi pernyataan resmi Partai Gerindra," kata Habiburokhman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 6 Desember 2019.

    Salah satu yang dipertanyakan, kata dia, adalah ucapan-ucapan dari Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono. Habiburokhman menyebut Arief merupakan kawan baiknya. Namun, kata dia, kadang terjadi miskomunikasi di antara mereka. "Di antaranya mempertanyakan Pak Arief Poyuono," kata dia.

    Arief Poyuono memang dikenal kerap mengomentari banyak isu. Ketika Wiranto diserang saat lawatan ke Banten, misalnya, Arief mengatakan bahwa para pejabat harus belajar ilmu kebal.

    Meski begitu, Habiburokhman mengklaim bahwa Gerindra tidak menghalangi kadernya untuk bicara. Dia mengatakan para kader Gerindra di Dewan Perwakilan Rakyat juga masih bebas bicara sesuai kompetensi dan komisi masing-masing.

    Namun, sikap resmi partai hanya dapat diakses dari lima jubir khusus Gerindra, yang terdiri dari dia sendiri, Ahmad Muzani, Sufmi Dasco Ahmad, Sugiono, dan Ahmad Riza Patria.

    Habiburokhman mengatakan, penunjukan juru bicara ini juga agar tak ada kader yang melontarkan pernyataan yang menyimpang dari kebijakan partai. Akan tetapi, dia membantah hal ini bertujuan membungkam kekritisan kader Gerindra kepada pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. "Jangankan Partai Geirndra. Arteria Dahlan jelas-jelas PDIP aja kadang keras terhadap mitra," kata dia. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.