Tim Novel Baswedan Sangsi Listyo Sigit Sanggup Tuntaskan Kasus

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Listyo Sigit Prabowo. Facebook/@Listyo Sigit Prabowo

    Listyo Sigit Prabowo. Facebook/@Listyo Sigit Prabowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim advokasi kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan menyangsikan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri yang baru, Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo, mampu menuntaskan kasus kliennya.

    "Dugaan kami akan sama saja dengan pendahulunya. Masalahnya bukan pada kemampuan mengungkap atau tidak," kata anggota tim, Alghiffari Aqsa, kepada Tempo pada Jumat, 6 Desember 2019.

    Mantan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta tersebut menduga kuat anggota Polri terlibat dalam penyiraman air keras penyidik KPK tadi. Karena itu dia menilai polisi akan sulit menangani kasus Novel Baswedan.

    Menurut Alghiffari, jalan satu-satunya untuk mengungkap kasus Novel Baswedan adalah pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta oleh Presiden Joko Widodo.

    "Memang, (kami) tidak berharap banyak ke Kepolisian sebelum ada TGPF Independen."

    Listyo Sigit resmi menduduki jabatan Kabareskrim menggantikan Idham Azis yang ditunjuk menjadi Kapolri. Sebagai Kabareskrim, Listyo juga menjabat Ketua Tim Teknis Polri dalam kasus Novel Baswedan.

    Tim ini dibentuk pada pertengahan 2019 sebagai pelaksanaan rekomendasi tim gabungan bentukan Polri. Jokowi memberikan waktu kepada tim hingga Desember 2019 untuk mengungkap kasus Novel Baswedan.

    Hingga sekarang, tim teknis belum mengumumkan hasil penyelidikan mereka.

    Presiden Jokowi pun berjanji menjawab perkembangan kasus penyiraman air keras Novel Baswedan setelah menerima laporan dari Kapolri Jenderal Idham Azis. Rencananya Jokowi memanggil Idham ke Istana pada Senin pekan depan untuk membahasnya.

    "Nanti saya jawab setelah saya dapat laporan dari Kapolri. Senin akan saya undang Kapolri," kata Jokowi seusai meresmikan Jalan Tol JORR II Ruas Kunciran-Serpong di Gerbang Tol Parigi, Kota Tangerang Selatan, Banten, pada Jumat, 6 Desember 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.