Kelima Kalinya, KPK Jadwalkan Periksa Mekeng di Kasus Samin Tan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Komisi XI DPR dari partai Golkar Melchias Marcus Mekeng bergegas seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 19 September 2018. ANTARA

    Anggota Komisi XI DPR dari partai Golkar Melchias Marcus Mekeng bergegas seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 19 September 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil bekas Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar Melchias Markus Mekeng untuk diperiksa dalam kasus suap terminasi kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Ia dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Samin Tan.

    "Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SMT," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, Jumat, 6 Desember 2019.

    Pemanggilan hari ini merupakan yang kelima bagi Mekeng. Sebelumnya dia tak hadir pada panggilan 11 September, 16 September, 19 September. Kala itu, Mekeng mengaku sedang dalam perjalanan dinas. Terakhir kali, KPK memanggil Mekeng pada 8 Oktober 2019. Namun, lagi-lagi Mekeng tak memenuhi panggilan itu dengan alasan sakit.

    KPK akan memeriksa Mekeng terkait penyidikan kasus suap pengurusan terminasi kontrak PKP2B PT Asmin Koalindo Tuhup--anak usaha PT BLEM milik Samin Tan--di Kementerian ESDM.

    KPK menduga, Samin Tan memberi suap ke mantan Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih sebesar Rp 5 miliar terkait pengurusan terminasi kontrak tersebut. Mekeng diduga adalah pihak yang mengenalkan Eni kepada Samin Tan.

    Kasus yang menjerat Samin merupakan pengembangan perkara dari kasus suap proyek PLTU Riau-1. Dalam perkara itu, Eni telah divonis 6 tahun penjara karena terbukti menerima suap terkait pengurusan proyek pembangkit tersebut dan menerima gratifikasi, salah satunya dari Samin Tan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.