Menhan dan Menlu RI-Australia Bertemu di Bali

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kementerian Luar Negeri RI menyelenggarakan Bali Demokrasi Forum di Nusa Dua, Bali, pada 5 - 6 Desember 2019. Sumber: dokumen kemenlu

    Kementerian Luar Negeri RI menyelenggarakan Bali Demokrasi Forum di Nusa Dua, Bali, pada 5 - 6 Desember 2019. Sumber: dokumen kemenlu

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan dan Menteri Luar Negeri RI masing-masing menyambut Menteri Pertahanan dan Menteri Luar Negeri Australia di Nusa Dua, Bali, pada Jumat pagi.

    Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto lebih dulu menyambut Menteri Pertahanan Australia Linda Reynolds, kemudian keduanya melakukan pertemuan bilateral.

    Sementara beberapa saat berselang, di lokasi yang sama, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyambut Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne, dilanjutkan dengan pertemuan bilateral antara kedua negara.

    Usai melakukan pertemuan masing-masing itu, keempat menteri dijadwalkan untuk melakukan pertemuan bersama (2+2 talks) yang merupakan dialog rutin ke-6 antara kedua negara.

    "Kedua negara memiliki ketertarikan di bidang keamanan, stabilitas, dan kesejahteraan di kawasan Indo-Pasifik," ujar Menlu Payne di sela Bali Democracy Forum (BDF) ke-12 di Bali, Kamis (5/12), menjawab pertanyaan mengenai isu yang akan dibahas dalam pertemuan “2+2”.

    Sementara menurut keterangan resmi Kementerian Luar Negeri RI, pembahasan lebih spesifik antara lain mengenai kerja sama maritim, kontra-terorisme, pasukan penjaga perdamaian, teknologi siber, dan penanggulangan bencana.

    Payne juga menyebut bahwa pertemuan "2+2" antara kedua negara sebagai bagian paling penting dalam hubungan strategis yang dijalin, untuk semakin mendekatkan Indonesia dan Australia agar memiliki kemitraan strategis komprehensif.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.