Ma'ruf Amin Bicara Gegeran dan Ger-geran Munas Golkar

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin usai acara penutupan Munas Golkar di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta pada Kamis, 5 Desember 2019. TEMPO/Dewi Nurita

    Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin usai acara penutupan Munas Golkar di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta pada Kamis, 5 Desember 2019. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin memuji penyelenggaraan musyawarah nasional (Munas) Golkar yang berlangsung tanpa dinamika yang berarti alias adem-ayem saja. Menurut Ma'ruf, situasi dan kondisi ini sangat mendukung semangat persatuan untuk membangun Indonesia melalui Partai Golkar.

    "Semula ada yang mengatakan Munas Partai Golkar ini akan panas, tapi ternyata dugaan itu keliru. Sebab, Partai Golkar ternyata Munas-nya berjalan lancar, sejuk. Kata orang NU, sebelum Munas gegeran, sesudah Munas ger-geran," ujar Ma'ruf dalam acara penutupan Munas Golkar di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta pada Kamis, 5 Desember 2019.

    "Gegeran itu maksudnya ribut, tapi setelah Munas ger-geran, ketawa-ketawa, saling rangkul, saling pelukan dan mendukung satu sama lain," lanjut Ma'ruf menjelaskan maksudnya.

    Menurut Ma'ruf, Golkar adalah salah satu partai besar yang merupakan aset penting bangsa Indonesia. Gerak langkah dan kebijakan partai akan berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. "Semoga Partai Golkar terus solid dan memberikan kontribusi penting dalam menjaga stabilitas politik nasional," ujar Ma'ruf.

    Sebelum Munas, memang ada dua kubu yang saling bersitegang, yakni kubu Bambang Soesatyo dan Airlangga Hartarto. Namun, sebelum Bamsoet memutuskan mundur sebelum Munas dibuka. Akhirnya, Airlangga Hartarto terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum Periode 2019-2024.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.