KPK Temukan Lamborghini Urus Bernopol Palsu, Begini Ceritanya

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pemilik berada di samping mobil Lamborghini yang menggunakan plat nomor palsu di Apartemen Regatta, Jakarta Utara, di Jakarta, Kamis 5 Desember 2019. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    Seorang pemilik berada di samping mobil Lamborghini yang menggunakan plat nomor palsu di Apartemen Regatta, Jakarta Utara, di Jakarta, Kamis 5 Desember 2019. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta -Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta menemukan Lamborghini Urus warna merah dengan nomor polisi bodong.

    Mobil mewah jenis SUV dengan harga sekitar Rp 8,5 miliar tersebut ditemukan dalam razia mobil mewah penunggak pajak di area parkir Apartemen Regatta, Jakarta Utara, pada hari ini, Kamis, 5 Desember 2019.

    "Nomor mobil ini bukan nomor sebenarnya," kata Koordinator Supgah Wilayah 3 KPK, Friesmount Wongso, di lokasi.

    Lamborghini Urus itu dipasangi nopol B 1756 NB. Ketika dicek pajaknya ternyata nopol itu milik mobil Honda Accord. 

    Tim KPK dan BPRD lantas meminta satuan pengamanan apartemen menghadirkan pemilik mobil mewah merek Italia tersebut.

    Seorang pria yang mengaku sebagai pemilik menuturkan bahwa mobil SUV Lamborghini Urus tersebut baru dibeli pada 2019 sehingga belum memiliki nopol.

    Tidak hanya mengedepankan tampilan eksterior yang agresif, Lamborghini Urus Ruang juga memiliki interiornya yang sangat mewah dan menggunakan material berkualitas tinggi, seperti kulit alami, Alcantara, finishing kayu, dan material karbon atau almunium. cnet.com

    Meski begitu dia memiliki Surat Keterangan Ijin Jalan dari Kepolisian Sektor Pondok Aren yang ditandatangani Aiptu Simin Syahroni.

    Surat ditujukan kepada Prestige Motorcars untuk keperluan keluarga dengan masa berlaku 21 Juli 2019 sampai 21 Agustus 2019.

    Pria itu menolak diwawancarai untuk menjelaskan lebih detil. 

    Menurut Friestmount surat keterangan jalan itu menyalahi aturan sebab seharusnya diteken oleh polisi berpangkat minimal ajun komisaris. Masa berlakunya pun sudah habis.

    Wakil Ketua BPRD DKI Jakarta Yuandi Bayak Miko berjanji menyelesaikan masalah Lamborghini bernopol palsu tadi. "Kami desak (importir) Lamborghini-nya percepat registrasi."

    Friesmount juga mengatakan akan melaporkan penerbitan surat keterangan jalan ilegal tadi ke Propam Polda Metro Jaya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.