Kemnaker Tingkatkan Kerja Sama dengan Negara Pasifik Selatan

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rakor bantuan teknis bidang ketenegakerjaan pemerintah RI untuk negara-negara di kawasan Pasifik Selatan, di Legian, Kabupaten Badung, Bali pada Rabu, 27 November 2019.

    Rakor bantuan teknis bidang ketenegakerjaan pemerintah RI untuk negara-negara di kawasan Pasifik Selatan, di Legian, Kabupaten Badung, Bali pada Rabu, 27 November 2019.

    INFO NASIONAL — Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) siap meningkatkan kapasitas dan kerja sama ekonomi dengan negara-negara kawasan Pasifik Selatan. Kemnaker memandang sudah saatnya Indonesia membantu negara-negara di kawasan Pasifik Selatan, khususnya di bidang ketenagakerjaan karena Indonesia sudah dianggap negara maju yang dapat membantu negara lain. 

    "Kemnaker berencana memberikan bantuan kerja sama di bidang peningkatan ketrampilan SDM, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta Pelindungan Pekerja Migran. Untuk itu, diperlukan perencanaan bantuan yang matang disesuaikan dengan kebutuhan negara-negara di Kawasan Pasifik Selatan," kata Ses Ditjen PHI dan Jamsos, Adriani, saat membuka Rakor bantuan teknis bidang ketenegakerjaan pemerintah RI untuk negara-negara di kawasan Pasifik Selatan, di Legian, Kabupaten Badung, Bali, Rabu, 27 November 2019 malam.

    Mewakili Sekjen Kemnaker Khairul Anwar, Adriani saat membuka Rakernis mengatakan peningkatan kerja sama Indonesia dengan negara-negara Kawasan Pasifik Selatan merujuk Rapat Terbatas pada 4 Mei 2018 lalu, di Kantor Presiden Jakarta. Adapun negara-negara di kawasan Pasifik Selatan, yakni Papua Nugini, Fiji, Vanuatu, Tuvalu, Nauru, Kepulauan Salomon, Samoa, dan Tonga.

    Menurutnya, ada dua pertimbangan Presiden Joko Widodo agar Kemnaker ikut mendukung bagaimana program peningkatan SDM dan perekonomian di negara-negara kawasan Asia Pasifik bisa lebih maju. "Kalau kita lihat negara-negara tersebut, bukan terbelakang sekali, tapi layak kita bantu SDM mereka karena dari aspek ekonomi dan lainnya juga masih butuh bantuan," kata Adriani.

    Adriani menambahkan hubungan kerja sama antara negara di dunia diperlukan guna memenuhi kebutuhan hidup dan eksistensi keberadaan suatu negara dalam tata pergaulan internasional, di samping demi terciptanya perdamaian dan kesejahteraan hidup yang merupakan dambaan setiap manusia dan negara di dunia.

    "Saya harap Rakor ini bisa dijadikan sebagai forum kordinasi dalam meningkatkan kerja sama Indonesia dengan negara-negara di kawasan Pasifik Selatan yang menghasilkan rancangan bantuan yang akan diberikan kepada negara-negara kawasan Pasifik Selatan," ujar Adriani. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.