Presiden PKS Sentil Partai Koalisi yang Saling Membelakangi

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MPR RI Bambang Soesatyo 9kiri) disambut oleh Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman saat berkunjung ke DPP PKS, Jakarta, Selasa, 26 November 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Ketua MPR RI Bambang Soesatyo 9kiri) disambut oleh Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman saat berkunjung ke DPP PKS, Jakarta, Selasa, 26 November 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman mengatakan meski pilihan politiknya berada di oposisi, namun partainya ingin tetap bergandengan tangan dengan semua partai. Ia justru menyebut, ada partai yang sekoalisi, namun tidak bersikap layaknya rekan.

    “PKS menunjukan tetap berada di luar pemerintahan tetapi tetap bisa menunjukkan bisa bergandengan tangan dengan semua partai. Karena ada yang di dalam koalisi tapi saling membelakangi,” kata Sohibul dalam pidatonya di rapat kerja Pimpinan Fraksi PKS, di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis 5 Desember 2019.

    Soal partai mana yang berlaku demikian, saat ditanyai wartawan Sohibul menolak untuk menyebutkan. Ia hanya menyebut “yang bertanya lebih tahu daripada yang ditanya,” kata dia.

    Sohibul menambahkan soal sikap mereka di oposisi karena PKS sangat mendengarkan aspirasi rakyat. Ia mengatakan ada aspirasi dari masyarakat yang menginginkan pemerintahan Presiden Jokowi di periode kedua ini diawasi dan dikontrol.

    Pilihan tersebut juga, ia sebut, sudah ditetaskan oleh hasil musyawarah Majelis Syuro dan menjadi keputusan rakornas. Ia mengharapkan para pimpinan Fraksi dapt memaknai dengan tepat pilihan politik PKS.

    Hal tersebut harus dicerminkan dalam komunikasi politik, jangan sampai ada keraguan. Sehingga tak memberikan citra pada masyarakat bahwa PKS main-main dengan pilihan politiknya.

    Ia menegaskan bahwa pilihan tersebut diambil jauh sebelum pemerintahan terbentuk. “PKS tidak main-main dengan pilihan politiknya. Bukan karena tidak mendapat tempat (di pemerintahan) atau terpaksa,” ujarnya.

    FIKRI ARIGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.