Jadi Oposisi, Presiden PKS Minta Nasehat ke Muhammadiyah

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden PKS Sohibul Iman menyampaikan keterangan berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto seusai konferensi pers di kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, Selasa, 19 November 2019. Keduanya membahas sejumlah isu setrategis dan persiapan menghadapi Pilkada 2020. TEMPO/Ahmad Tri Hawaari

    Presiden PKS Sohibul Iman menyampaikan keterangan berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto seusai konferensi pers di kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, Selasa, 19 November 2019. Keduanya membahas sejumlah isu setrategis dan persiapan menghadapi Pilkada 2020. TEMPO/Ahmad Tri Hawaari

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman mengungkapkan tujuannya menemui Ketua Umum PP Muhammadiyah untuk meminta nasehat terkait kebangsaan.

    "Kami perlu menimba banyak pengalaman, khususnya terkait bagaimana PKS sebagai partai Islam bisa mengintegrasikan keislaman dengan kebangsaan," kata Sohibul di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah, Jakarta, Rabu, 4 Desember 2019.

    Menurut Sohibul, PKS dengan Muhammadiyah sudah satu visi, dan sudah selesai tentang Indonesia. Keduanya bersepakat dengan seluruh konsesus dasar bernegara dan ingin bersama-sama membangun Indonesia ke depan.

    "Buat PKS, spirit yang dibawa PKS adalah memang PKS partai Islam, tapi PKS tidak akan pernah lepas dari konteks keindonesiaan dan kekinian. Artinya alam kemodernan hari ini," katanya.

    Dalam pertemuan, Sohibul mengaku dapat nasehat dalam mematangkan demokrasi, menjaga logika dasar demokrasi dengan menempatkan diri sebagai kekuatan penyeimbang. Sebab, ia memandang demokrasi saat ini sebagai fenomena kekinian ya. Karena itu, PKS ingin serius membangun demokrasi yang substansial, bukan demokrasi yang prosedural.

    "Kami akan berusaha melaksanakan itu bagaimana ke depan integrasi Islam dan kebangsaan bisa benar-benar terwujud, dan Indonesia menjadi negara maju, darul syaadah," ucapnya.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.