Bamsoet Akui Mundur Ketum Golkar Setelah Dapat Nasihat dari Luhut

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bambang Soesatyo bersalaman dengan Airlangga Hartanto usai mengumumkan pengunduran dirinya dari bursa pemilihan Ketua Umum Partai Golkar di Kementerian Koordinator Bidang Maritim, Jakarta, Selasa, 3 Desember 2019. Tempo/Vindry Florentin

    Bambang Soesatyo bersalaman dengan Airlangga Hartanto usai mengumumkan pengunduran dirinya dari bursa pemilihan Ketua Umum Partai Golkar di Kementerian Koordinator Bidang Maritim, Jakarta, Selasa, 3 Desember 2019. Tempo/Vindry Florentin

    TEMPO.CO, Jakarta - Berjalan berdampingan dengan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Ketua MPR Bambang Soesatyo keluar dari lorong di Gedung Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi pada Selasa sore, 3 Desember 2019, sekitar pukul 16.50 WIB.

    Di depan mereka, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan berjalan memimpin rombongan sambil terus melempar senyum. Paling belakang Ketua Dewan Pembina Golkar Aburizal Bakrie. 

    Ketiganya kompak memakai kemeja batik coklat. Hanya Aburizal yang tampil beda dengan kemeja birunya. Sore itu, kuartet Golkar ini baru saja bertemu selama 30 menit. Hasil pertemuan, Bamsoet menyatakan mundur dari pencalonan Ketum Golkar.

    "Demi menjaga soliditas dan keutuhan Golkar, saya menyatakan tidak meneruskan pencalonan saya sebagai kandidat Ketua Umum Golkar periode 2019-2024," kata Bamsoet.

    Bamsoet menyatakan keputusan itu setelah seharian bersafari menemui tokoh senior partai beringin. Pagi hari, dia berkomunikasi dengan Wakil Ketua Dewan Kehormatan Akbar Tanjung. Sore hari, dia bertemu Ketua Dewan Pembina Aburizal Bakrie bersama Luhut Binsar Pandjaitan di Gedung Menko Maritim.

    Di depan wartawan yang menunggu di lobi, keempatnya sempat membuat pose menyatukan tangan. Bamsoet juga bersalaman dengan rival terkuatnya dalam pencalonan Ketum Golkar Airlangga Hartarto.

    Setelah itu, Bamsoet menjelaskan alasannya mundur. Berikut petikan pernyataan Bamsoet kepada wartawan setelah pertemuan itu:

    Ada beberapa hal yang perlu saya sampaikan, yang pertama, setelah saya mencermati perkembangan Partai Golkar menjelang Munas yang semakin panas. Kedua situasi nasional yang memerlukan situasi politik yang kondusif guna menjaga harapan kita mempertahankan kebutuhan ekonomi yang telah kita perjuangkan agar tidak terkena dampak ancaman ekonomi global

    Kemudian yang ketiga, pandangan, nasihat, saran dan pendapat tokoh senior kami, Pak Luhut, Ketua Dewan Pembina Pak Aburizal Bakrie, Wakil Dewan Kehormatan Akbar Tanjung, saya tadi pagi sudah berkomunikasi dan beliau menyampaikan pandangan, nasihatnya termasuk Pak Agung Laksono.

    Keempat semangat rekonsiliasi yang telah kita sepakati bersama dengan kedua tim, tim saya dan tim Pak Airlangga Hartarto dan ke depannya tak ada lagi kubu pro-Bamsoet dan Airlangga, yang ada adalah pro-Golkar dan pro-Indonesia maju

    Maka dengan semangat rekonsiliasi yang kami sepakati bersama. Maka demi menjaga soliditas dan keutuhan Golkar, saya menyatakan tidak meneruskan pencalonan saya sebagai kandidat Ketum Golkar periode 2019-2024.

    Maka saya berharap soliditas dan kekompakan Golkar ke depan dalam menjaga situasi internal yang harus terus menerus terjaga dengan baik dalam menghadapi tantangan baik bidang ekonomi, maupun politik yang terpenting dalam partai kita kekompakan dalam menyongsong kemenangan Pemilu 2024.

    Saya mengimbau kepada para pendukung saya yang selama ini bekerja keras untuk kembali merajut kader-kader Golkar yang ada karena tak ada yang lain hanya satu Partai Golkar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.