Ma'ruf Amin Jelaskan Kebijakan Polisi Masjid

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin memimpin doa bersama didampingi istri Wuri Estu Handayani Ma'ruf Amin (kanan) beserta keluarga sebelum mengikuti upacara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 di  Jakarta, Minggu 20 Oktober 2019. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin memimpin doa bersama didampingi istri Wuri Estu Handayani Ma'ruf Amin (kanan) beserta keluarga sebelum mengikuti upacara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 di Jakarta, Minggu 20 Oktober 2019. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menegaskan bahwa kehadiran polisi di masjid bukan untuk melakukan pengawasan.

    "Supaya masjid itu jangan digunakan untuk membangun narasi-narasi kebencian, permusuhan," kata Ma'ruf dalam pembukaan Rakor MUI di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin, 2 Desember 2019.

    Ketua Umum MUI itu pun menerangkan bahwa polisi ditugaskan ke masjid untuk memberikan pengertian dan membimbing agar jangan sampai ada penyampaian khotbah yang menimbulkan permusuhan.

    "Bukan diawasi begitu."

    Peneliti Senior LIPI Siti Zuhro meminta Ma'ruf Amin sebagai ulama tidak berdiam diri dan aktif mengoreksi kebijakan-kebijakan pemerintah yang dinilai sudah terlalu jauh mengurus masalah privasi agama.

    Menurut dia, kebijakan-kebijakan itu, semisal polisi masjid, berpotensi menyinggung umat Islam.

    "Keberadaan polisi masjid membuat distrust di tengah masyarakat," ujar Siti Zuhro dalam sebuah acara diskusi di bilangan Pancoran, Jakarta Selatan, pada Jumat pekan lalu, 29 November 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.