Pratikno Pimpin Tim Seleksi Dewas KPK, Apa Tugasnya?

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Sekretaris Negara Pratikno saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    Menteri Sekretaris Negara Pratikno saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Jokowi menunjuk Menteri Sekretaris Negara Pratikno menjadi komandan tim internal seleksi anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK.

    Juru Bicara Istana Fadjroel Rachman mengatakan sejumlah nama yang tergabung dalam tim seleksi Dewan Pengawas KPK selain Pratikno adalah Ari Dwipayana, Sukardi Rinakit, serta Dini Purwono. "Termasuk saya juga," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin, 2 Desember 2019.

    Fadjroel menyatakan Dewan Pengawas KPK rencananya dilantik bersama dengan pimpinan KPK periode 2019-2023 pada 21 Desember 2019.

    Menurut dia, Jokowi menyerahkan sejumlah calon yang dia dapatkan berdasarkan masukan dari sejumlah pihak kepada tim internal. Tim itulah yang akan menelusuri rekam jejak mereka sesuai dengan syarat-syarat administratif yang disebutkan dalam Undang-Undang KPK Nomor 19 Tahun 2019.

    "Kalau Presiden mengatakan, tolong cek nama ini."

    Fadjroel pun menjelaskan bahwa tim internal bakal bekerja sebaik-baiknya untuk menemukan kandidat terbaik Dewan Pengawas KPK untuk pertama kalinya.

    Ia menuturkan, tim internal bakal memprioritaskan tokoh-tokoh dengan rekam jejak antikorupsi. "Politik hukum kami adalah antikorupsi, jadi orang-orang yang jelas track recordnya antikorupsi itulah yang jadi tambahan untuk syarat normatif," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.