Fadli Zon: Pemulangan Rizieq Shihab Harusnya Tak Ada Gangguan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon ditemui awak media setelah menjenguk dua tersangka makar yaitu Eggi Sudjana dan Lieus Sungkharisma di Polda Metro Jaya, Rabu, 29 Mei 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

    Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon ditemui awak media setelah menjenguk dua tersangka makar yaitu Eggi Sudjana dan Lieus Sungkharisma di Polda Metro Jaya, Rabu, 29 Mei 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadli Zon menilai pemulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab seharusnya tak bermasalah lagi karena agenda Pemilihan Presiden sudah selesai.

    “Mungkin itu ketika itu karena Pilpres, karena ada agenda politik. Tapi kalau sekarang mestinya (memulangkan Rizieq) tidak ada gangguan lagi,” ujar Fadli kepada wartawan selepas acara Reuni 212 di Monas, Senin 2 Desember 2019.

    Fadli mengaku cukup mengikuti kasus pencekalan yang menyangkut Rizieq. Ia menyebut sulitnya Rizieq pulang ke Indonesia adalah kegagalan pemerintah dalam melakukan diplomasi.

    Padahal menurutnya proses memulangkan Rizieq tak butuh waktu lama. Kalau pemerintah mau, kata dia, seharusnya sehari diproses pun dapat selesai. “Tapi pemerintahnya kelihatan enggan,” tutur Fadli.

    Pencekalan Rizieq di Arab Saudi, menurutnya bentuk pengasingan politik, yang tak sepatutnya dilakukan. Karena pemerintah perlu membela warga negaranya, tak terbatas Rizieq saja, tapi juga Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja di Arab Saudi.

    “Kalau pun pihak Arab yang mencekal, misalnya, tidak ada hak Arab Saudi mencekal itu. Di mana-mana kalau ada orang bermasalah itu dihukum atau dideportasi,” kata Fadli Zon.

    Rizieq Shihab bermukim di Mekah mulai pertengahan 2017, sejak terjerat sejumlah kasus, salah satunya dugaan chat mesum. Kasus ini dihentikan pada Juni 2018, tetapi Rizieq belum juga kembali ke Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.